RELUNG.ID — Keluarga pasien yang terlibat dalam insiden pemaksaan dokter melepas masker di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akhirnya buka suara. Melalui konferensi pers di Tangerang, Selasa (19/8/2025), Ismet Saputra—kerabat pasien—membantah pernah mengaku sebagai keluarga Bupati Muba, M Toha Tohet.
“Menanggapi video yang viral, kami tidak pernah mengaku atau bilang keluarga Bupati Muba. Jadi harus diluruskan, kami tidak pernah menyatakan itu,” tegas Putra, didampingi kuasa hukumnya.
Ia menegaskan, keluarganya tidak pernah membawa-bawa nama bupati demi mendapatkan pelayanan medis. “Kami tidak kenal dengan bupati, tidak ada hubungan keluarga sama sekali. Jadi tolong digarisbawahi, tidak pernah ada pernyataan seperti itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menyebut keluarga pasien sempat mengaku sebagai kerabat Bupati Muba.
“Dia sempat mengaku-ngaku keluarga bupati, tapi setelah dicek ternyata bukan. Bahkan bukan bagian dari tim bupati,” kata Trisnawarman, Minggu (17/8/2025).
Hal itu juga telah dipastikan langsung kepada Bupati Muba, Toha Tohet, dalam audiensi pada 14 Agustus lalu. Pihak bupati menegaskan klaim tersebut tidak benar dan hanya datang dari pihak keluarga pasien.
Kasus ini bermula dari video viral berdurasi 41 detik yang memperlihatkan keluarga pasien meminta dokter Syahpri Putra Wangsa melepas masker saat menangani pasien di RSUD Sekayu. Permintaan tersebut disertai nada tinggi dan dianggap sebagai bentuk intimidasi.
Meski pihak rumah sakit sudah memfasilitasi mediasi, kasus tetap berjalan ke ranah hukum sesuai arahan Gubernur Sumsel agar prosesnya tidak berhenti hanya karena permintaan maaf pribadi.[THQ]

