Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Keluarga Soeharto Gelar Syukuran Usai Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Hukum

Keluarga Soeharto Gelar Syukuran Usai Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

RiyadiBy Riyadi19/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden RI ke-2 Soeharto. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Presiden ke-2 RI Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Menyikapi penganugerahan ini, keluarga besar Soeharto menggelar acara syukuran yang dihadiri anak-anak, cucu, dan sejumlah kerabat dekat.

Momen syukuran tersebut tampak dalam unggahan akun Instagram Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Dalam narasinya, Titiek menyampaikan rasa syukur atas gelar yang diberikan kepada ayahandanya, Jenderal Besar HM Soeharto.

“Jkt, 10 Nov 2025. Lengkap kami 6 orang putra/putri dan cucu alm Pak Harto dan Ibu Tien berkumpul dalam acara syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional utk Ayahanda tercinta Bpk Jenderal Besar HM Soeharto. Alfatihah…,” tulis Titiek di akun @titieksoeharto.

Baca juga :   Kasus Kuota Haji Era Yaqut, KPK Tunggu Kehadiran Dito Ariotedjo

Dari unggahan tersebut terlihat suasana hangat kebersamaan keluarga. Sebanyak 19 foto yang ditampilkan memperlihatkan potret Titiek bersama lima saudaranya serta para tamu undangan. Ada pula foto pigura Soeharto, piagam pahlawan nasional, dan sejumlah penghargaan lain. Dalam salah satu momen, anak sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, terlihat memotong tumpeng nasi kuning.

Keluarga Soeharto yang hadir meliputi enam bersaudara: Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Sejumlah cucu turut hadir, termasuk Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo.

Sejumlah tokoh nasional juga tampak hadir, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Baca juga :   Main Judi Kartu saat Puasa, 8 Remaja Musi Rawas Terjaring Razia Polisi

Soeharto menjadi salah satu dari 10 tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (10/11/2025), dan diterima oleh dua ahli warisnya, Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana.

Dalam pemaparannya, narator menjelaskan alasan penetapan Soeharto sebagai pahlawan bidang perjuangan. “Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan. Sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru tahun 1945,” demikian pembacaan narasi saat penganugerahan berlangsung.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto memicu kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena rekam jejak pelanggaran HAM selama 32 tahun masa kepresidenannya.

Baca juga :   SMB IV hingga Akademisi Kompak Dukung Ratu Sinuhun Jadi Pahlawan Nasional

Menanggapi kritik tersebut, Tutut Soeharto menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam kehidupan demokrasi.

“Masyarakat Indonesia kan macam-macam ya, ada yang pro, ada yang kontra, itu wajar-wajar saja,” kata Tutut.

“Yang penting kita melihat apa yang dilakukan oleh bapak saya dari sejak muda sampai beliau wafat. Itu semua kan untuk masyarakat Indonesia,” lanjutnya.[YKP]

Gelar Pahlawan Gelar Syukuran Keluarga Pahlawan Nasional Soeharto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDijanjikan Jadi Mitra MBG, Puluhan Warga Sumsel Malah Jadi Korban Penipuan
Next Article Leher Patung Soekarno Miring, Tenda Roboh Jadi Penyebabnya
Riyadi

Related Posts

Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20266 Views
Hukum

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Dipindahkan ke Lapas Tangerang

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,897 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,770 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,742 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?