RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang menggelar rapat khusus lintas sektor guna menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait lampu penerangan jalan umum (PJU).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Palembang, Aprizal Hasyim, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan para camat se-Kota Palembang, Senin (30/3/2026).
Dalam forum tersebut, Aprizal mendengarkan paparan dari Dishub sekaligus menerima laporan langsung dari para camat terkait kondisi di wilayah masing-masing.
Menurutnya, persoalan lampu jalan sudah menjadi perhatian serius karena terus dikeluhkan warga. Ia menegaskan perlunya langkah konkret, terukur, dan terkoordinasi agar penanganan bisa lebih efektif.
“Masalah ini harus segera ditangani dengan sistem yang jelas dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Aprizal mengungkapkan, sejumlah kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia, peralatan operasional, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
Untuk itu, ia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan koordinator lapangan dan pihak kecamatan.
Salah satu langkah yang disepakati dalam rapat adalah pembentukan grup komunikasi berbasis WhatsApp guna mempermudah koordinasi, khususnya dalam penjadwalan perbaikan dan pemasangan lampu jalan di tiap wilayah.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 80 laporan masyarakat setiap hari terkait lampu jalan, namun baru sekitar 40 yang dapat ditangani. Dengan sistem koordinasi baru, diharapkan proses penanganan dapat lebih cepat dan merata.
“Peran koordinator lapangan dan aparat kecamatan akan diperkuat agar respons terhadap aduan masyarakat bisa lebih optimal,” tambahnya.
Sebelumnya, padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas utama Kota Palembang masih menjadi persoalan serius yang tak kunjung tuntas. Kondisi ini berlangsung berbulan-bulan, bahkan di jalur vital kota.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah titik strategis masih gelap gulita saat malam hari. Jalur menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, sepanjang lintasan LRT Sumsel, hingga ruas Simpang Polda–Jalan Kolonel H Burlian–Simpang Bandara minim penerangan.
Padahal, kawasan tersebut merupakan urat nadi lalu lintas kota sekaligus wajah Palembang di mata pendatang. Bagi warga, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, melainkan telah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.

