RELUNG.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh para siswa, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja baru.
Di Kabupaten Cirebon, program ini menghadirkan aktivitas di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melibatkan puluhan warga lokal setiap harinya. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan bahan, memasak, pemorsian, hingga distribusi makanan.
Salah satu pekerja, Adha Sidik Hidayat, juru masak di SPPG Banjarwangunan 1, Kecamatan Mundu, mengaku program MBG telah memberikan peluang kerja bagi warga yang sebelumnya belum memiliki penghasilan tetap.
“Dari relawan sendiri yang asalnya menganggur, kini sudah mendapat pekerjaan yang layak. Bahkan ada yang merupakan orang tua tunggal, sehingga program ini sangat membantu untuk menafkahi anak,” ujar Adha, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, penghasilan yang diterima para pekerja di dapur gizi cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, nilainya dinilai mampu melampaui Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat jika dihitung secara bulanan.
“Patokan dari Badan Gizi Nasional untuk relawan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, sementara juru masak rata-rata Rp200 ribu per hari. Jika dikalikan hari kerja, pendapatan ini bisa melebihi UMK Cirebon yang hampir Rp3 juta,” jelasnya.
Setiap unit SPPG, lanjut Adha, melibatkan puluhan tenaga kerja dengan berbagai peran. Seluruh pekerja pun diwajibkan berasal dari warga sekitar sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal.
“Memang diwajibkan oleh BGN bahwa yang bekerja di SPPG harus warga lokal,” ungkapnya.
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan dapur gizi juga memberikan dampak ekonomi lanjutan bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Warung makan hingga pemasok bahan baku merasakan peningkatan aktivitas seiring tingginya kebutuhan operasional dapur.
“UMKM di sekitar juga ikut berkembang. Tidak hanya pemasok bahan baku, warung-warung sekitar juga ramai karena relawan setiap hari membeli makanan atau minuman,” katanya.
Bagi sebagian warga, program MBG kini menjadi sumber penghasilan baru yang membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Program ini pun dinilai mampu memberikan efek berganda, tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.[YKP]

