RELUNG.ID – Setelah merilis Exynos 2500 bulan lalu untuk lini Galaxy Z Flip7, Samsung kini kembali menjadi sorotan dengan kemunculan chip Exynos 2600 di platform benchmark Geekbench.
Meskipun belum diumumkan secara resmi, data pengujian awal memberikan gambaran awal mengenai performa dan konfigurasi prosesor andalan terbaru Samsung ini.
Chip Exynos 2600 terdeteksi melalui perangkat uji coba Samsung dengan kode model S5E9965. Berdasarkan data Geekbench, chip ini mengusung arsitektur CPU deca-core (10 inti) dengan konfigurasi 1+3+6, dimana 1 inti utama dengan kecepatan 3,55 GHz. Kemudian, 3 inti performa di 2,96 GHz, serta 6 inti efisiensi di 2,46 GHz
Untuk pengolahan grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960, unit grafis buatan Samsung yang dikembangkan bersama AMD.
Perangkat pengujian dilengkapi dengan RAM 12GB dan menjalankan Android 16, dan dalam pengujian Geekbench, mencatatkan skor 2.155 poin (single-core) dan 7.788 poin (multi-core).
Sebagai perbandingan, Galaxy Z Flip7 yang menggunakan Exynos 2500 meraih skor 2.099 (single-core) dan 7.433 (multi-core). Sementara itu, Galaxy Z Fold7 yang ditenagai Snapdragon 8 Elite mencatat skor jauh lebih tinggi, yakni 2.910 (single-core) dan 9.152 (multi-core).
Penting untuk dicatat bahwa pengujian ini dilakukan pada perangkat engineering prototype, sehingga kecepatan clock dan performa final kemungkinan masih akan berubah. Versi retail Exynos 2600 diprediksi akan mengalami peningkatan performa saat peluncuran nanti.
Menurut laporan Bloomberg, Samsung saat ini sedang mempertimbangkan penggunaan dua jenis SoC untuk seri Galaxy S26 yang diperkirakan akan dirilis pada Januari 2026.
Exynos 2600 disebut akan digunakan pada Galaxy S26 reguler. Sementara Snapdragon 8 Elite 2 (belum diumumkan secara resmi) diprediksi akan ditanamkan pada Galaxy S26 Ultra dan Galaxy S26 Edge—model baru yang dikabarkan akan menggantikan varian Plus. (LWM)

