Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Berisiko Bebani Danantara dan APBN, Proyek DME PTBA Terancam Gagal
Bisnis

Berisiko Bebani Danantara dan APBN, Proyek DME PTBA Terancam Gagal

alwiBy alwi26/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Proyek hilirisasi gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) senilai Rp164 triliun yang digadang-gadang menjadi substitusi impor liquefied petroleum gas (LPG), terancam tak berjalan sesuai rencana.

Proyek tersebut disinyalir tidak layak secara keekonomian dan justru berisiko membebani Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga :   Skema Pendanaan Hilirisasi DME oleh Danantara Menuai Polemik, Pemerintah Dinilai Menyalahi UU Minerba

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, menyebut proyek DME yang disiapkan pemerintah terlalu berisiko karena tingginya biaya dan rendahnya minat investor.

“Rencana proyek DME memang potensial, tetapi risikonya besar. Kalau dipaksakan, bisa menjadi beban berat bagi keuangan negara,” ujar Bisman dikutip dari Blomberg, Rabu (23/7/2025).

Ia menegaskan perlunya evaluasi mendalam terhadap keekonomian proyek, terutama karena harga DME jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang saat ini disubsidi pemerintah. Menurutnya, tanpa perhitungan yang akurat, proyek DME berpotensi bermasalah secara hukum dan fiskal di kemudian hari.

Baca juga :   Pembangunan Peternakan Sumsel Didorong Lepas dari Ketergantungan APBN/APBD

“Dari sisi harga, DME tidak kompetitif. Pemerintah seharusnya memprioritaskan gas bumi nasional yang lebih efisien sebagai substitusi LPG,” tambahnya.

PTBA sendiri mengakui tantangan berat dalam proyek ini. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, memaparkan bahwa harga DME berdasarkan kajian Ernst & Young (EY) mencapai US$911–US$987 per ton, jauh di atas asumsi pemerintah sebesar US$617 per ton.

Akibat selisih tersebut, negara diperkirakan harus menanggung subsidi DME hingga Rp123 triliun per tahun, atau Rp41 triliun lebih tinggi dari total subsidi LPG saat ini yang mencapai Rp82 triliun per tahun.

Baca juga :   IHSG Anjlok, Prabowo Justru Anggap Momentum Reformasi Pasar Modal

“Tantangan keekonomian jelas. Harga produksi DME lebih mahal dari LPG impor, dan subsidi yang dibutuhkan jauh lebih besar,” kata Arsal dalam rapat bersama Komisi VII DPR pada Mei lalu.

Jika dipaksakan, proyek ini berpotensi menciptakan beban subsidi baru yang signifikan, di saat pemerintah justru tengah berupaya melakukan efisiensi anggaran energi.

Dominasi Proyek DME di Portofolio Danantara

Proyek DME batu bara mendominasi daftar investasi prioritas hilirisasi nasional yang diajukan Satgas Percepatan Hilirisasi ke Danantara. Dari total nilai investasi Rp659,2 triliun untuk 21 proyek tahap awal, proyek DME mengambil porsi sekitar 26,5 persen atau sekitar Rp164 triliun.

Pemerintah berencana membangun proyek DME di enam lokasi, yakni Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, PALI, dan Banyuasin. Namun hingga kini, belum ada kepastian realisasi investasi dari swasta, yang menandakan tingginya persepsi risiko.

Baca juga :   Bupati Askolani Soroti Penurunan Drastis Koperasi di Banyuasin: Hanya 60 dari 360 yang Bertahan

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, bahkan telah memberi sinyal sejak Maret bahwa proyek DME adalah yang paling besar nilainya di antara seluruh proyek hilirisasi minerba.

Namun di tengah minimnya investor dan potensi pembengkakan subsidi, proyek DME kini berada di persimpangan.

Jika tak ada skema pembiayaan yang lebih realistis dan kepastian pasar yang kuat, proyek ini terancam gagal dan berpotensi menambah beban fiskal baru bagi negara. (YSF)

APBN BPI Danantara DME PTBA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAkhir Pekan, Harga Emas Antam Ditutup Anjlok Rp19 Ribu
Next Article Kembangkan Bersama AMD, Prosesor Exynos 2600 Muncul di Geekbench
alwi

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,882 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?