Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Kemenperin: Komoditas Porang Berpotensi Ekonomi Tinggi
Indeks

Kemenperin: Komoditas Porang Berpotensi Ekonomi Tinggi

alwiBy alwi15/12/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komoditas porang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi. Karena itu, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) kini terus fokus untuk mengembangkan porang.

Salah satunya, dengan kebijakan hilirisasi melalui pemanfaatan teknologi sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, Kemenperin telah mencanangkan target-target hilirisasi komoditas porang ini, khususnya periode 2021-2027. Untuk target jangka pendek, Kemenperin akan menjaga pasar ekspor chip porang dan mulai mengembangkan produk tepung glukomanan serta mengupayakan injeksi teknologi pengolahan porang.

“Sementara itu, target jangka menengah, mengupayakan penguasaan teknologi dan substitusi impor produk tepung serta mengembangkan industri pengguna tepung glukomanan potensial. Sedangkan, untuk jangka panjang adalah mengimplementasikan hasil penelitian dan pengembangan sektor industri potensial berbahan baku atau bahan penolong tepung glukomanan,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Kamis (15/12).

Target hilirisasi tersebut dituangkan ke dalam berbagai strategi dan rencana aksi dengan harapan percepatan dan implementasinya dapat terlaksana lebih baik untuk mengatasi isu utama yang terkait dengan kuantitas pasok tepung glukomanan dari dalam negeri. “Selain itu terkait kualitas yang masih belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri pengguna,” imbuhnya.

Putu menambahkan, selain dibutuhkan sektor industri pangan, pengolahan porang juga dimanfaatkan sektor manufaktur lainnya seperti untuk pembuatan kertas rokok, kertas arsip, kertas berharga, dan kertas semen. “Dalam proses diversifikasi produk ini, kami perlu mendapat pendampingan dari berbagai pihak. Kami juga telah melakukan riset untuk pengolahan porang ini menjadi lem, cat, dan pencampur pupuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin, Emil Satria menyampaikan bahwa pengembangan produk baru berbahan baku porang perlu dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti antara perguruan tinggi dengan industri

“Kami juga terus mendorong kegiatan business matching, misalnya untuk pengembangan produk pangan fungsional. Jadi, dipertemukan antara industri pengguna potensialnya seperti industri roti, es krim, dan cokelat, dengan industri tepung glukomanan dalam pemanfaatan tepung glukomanan untuk peningkatan kualitas pada produknya,” papar Emil.

Upaya tersebut juga perlu dilakukan dengan kegiatan litbang dan difasilitasi melalui pemberian insentif fiskal. “Pemerintah telah memfasilitasi kegiatan riset industri dengan pemberian fasilitas insentif super tax deduction,” katanya.

Untuk diketahui, tahun 2020, produksi umbi porang di Indonesia mencapai 142 ribu ton dari luas lahan sebesar 19.950 hektare (Ha), dan ditargetkan pada tahun 2024 produksi umbi porang akan mencapai 600 ribu ton dari luas lahan sebesar 100 ribu Ha.

Saat ini, terdapat 13 perusahaan yang menghasilkan chip porang dengan total produksi 22.833 ton per tahun, dan 6 industri pengolah porang yang mampu memproduksi tepung glukomanan dengan total produksi 1.180 ton per tahun.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUngkap 51 Kasus Ilegal Drilling dalam Dua Pekan
Next Article Mobil Pengangkut Minyak Ilegal Kecelakaan, Lima Rumah di Musi Banyuasin Ludes Terbakar
alwi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,808 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?