RELUNG.ID – Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) tercatat sebagai aplikasi yang paling terpapar konten judi online di Indonesia, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja (Panja) Judi Online Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Rabu (22/1/2025).
Menurut Alexander, sejak 2016 hingga 21 Januari 2025, pihaknya telah menangani lebih dari 5,7 juta konten judi online yang tersebar di berbagai situs dan aplikasi internet. Dari jumlah tersebut, platform X menjadi yang terbanyak dengan total 1.429.063 konten terkait judi online.
“X menjadi aplikasi paling banyak terpapar konten judi online dari 2016 hingga 21 Januari 2025. Hal ini menunjukkan tantangan besar yang kami hadapi dalam membersihkan ruang digital dari aktivitas ilegal ini,” ujar Alexander.
Tidak hanya memerangi konten judi online, Kemkomdigi juga telah memblokir lebih dari 6 juta konten negatif lainnya di berbagai platform digital selama periode yang sama.
“Selain konten judi online, kami juga menangani 6.349.606 konten negatif, termasuk pornografi, penipuan, dan konten lainnya yang melanggar hukum,” tambah Alexander.
Sebagai upaya pengawasan, Alexander menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, penyedia platform digital, dan masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya teknologi yang lebih canggih untuk mendeteksi dan menangani konten ilegal secara lebih efektif.
“Kami terus berkoordinasi dengan platform digital untuk meningkatkan pengawasan dan mempercepat proses penanganan konten negatif,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Alexander juga menggarisbawahi pentingnya edukasi digital kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran konten ilegal. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan melaporkan jika menemukan konten yang melanggar aturan.
“Ruang digital adalah ruang bersama. Masyarakat perlu lebih waspada dan ikut aktif melaporkan konten yang mencurigakan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan internet yang lebih aman dan bermanfaat,” ujarnya.
Sebagai Dirjen yang baru dilantik pada 13 Januari 2025, Alexander menghadapi tugas berat dalam membersihkan ruang digital dari berbagai jenis konten negatif, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial.
Langkah-langkah strategis yang diambil Kemkomdigi diharapkan mampu membatasi penyebaran konten ilegal, sekaligus menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia. [TRA]

