RELUNG.ID – Warga di sepanjang aliran Sungai Komering kini dihantui kecemasan akibat kemunculan buaya liar yang semakin sering terlihat.
Buaya dilaporkan muncul di berbagai lokasi, termasuk Desa Mangunjaya (Kecamatan Kayuagung) dan Desa Belanti (Kecamatan SP Padang), dengan dua serangan terhadap warga sebelumnya di Kecamatan Jejawi.
Rohma (59) menjadi korban pertama, mengalami luka serius di tangan saat mengambil air wudhu. Sementara Madi (42) diserang ketika beraktivitas di belakang rumahnya. Insiden ini menambah urgensi pemerintah untuk segera mengambil langkah mitigasi.
Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Ir. Asmar Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk menangani situasi ini.
“Kami meminta pihak terkait segera berkoordinasi dengan BKSDA agar buaya-buaya ini dievakuasi ke habitat yang lebih aman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh buaya jika tertangkap,” ujar Asmar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di malam hari atau di tempat dengan penerangan minim.
“Kurangi aktivitas di sungai jika tidak mendesak, terutama pada malam hari,” tambahnya.
Warga Desa Mangunjaya, Warniah, mengungkapkan kekhawatiran atas kemunculan buaya liar ini. Banyak warga desa menggantungkan hidupnya pada sungai untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan menangkap ikan.
“Kami minta pemerintah segera menangkap buaya ini agar tidak memakan korban lagi seperti di Jejawi,” kata Warniah.
Kemunculan buaya di Sungai Komering diduga terkait dengan rusaknya habitat alami mereka, sehingga mereka mencari makanan di sekitar pemukiman warga.
Pemerintah daerah meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di sekitar bantaran sungai. BKSDA diharapkan segera turun tangan untuk menangkap dan merelokasi buaya guna menghindari insiden serupa di masa mendatang.[AYK]

