RELUNG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengambil langkah antisipasi menghadapi potensi inflasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan menggelar pasar murah di beberapa kecamatan. Kegiatan ini bertujuan menjaga kestabilan harga komoditas, terutama bahan pokok seperti beras, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan bahwa pasar murah akan digelar hingga akhir Desember di delapan kecamatan yang dianggap memiliki tingkat urgensi tinggi, terutama wilayah dengan harga pangan yang cenderung naik.
“Antisipasi ini rutin kita lakukan untuk menjaga harga, terutama beras yang menjadi komoditas utama. Beras akan didistribusikan dari Bulog agar harganya tetap terjangkau,” jelas Isnaini.
Pasar murah digelar minimal dua kali seminggu di lokasi yang strategis. Program ini difokuskan untuk menekan harga komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Selain pasar murah, Pemkot juga memantau harga pangan di sejumlah pasar tradisional. Lokasi yang dipantau meliputi Pasar Sekip, Pasar 10 Ulu, Pasar Gubah, Pasar Sako, Pasar Palimo, dan Pasar Soak Batu.
Dari pengecekan di Pasar 10 Ulu pada Jumat (22/11/2024), harga sejumlah komoditas terpantau stabil:
Beras medium: Rp13 ribu/kg
Beras premium: Rp15 ribu/kg
Gula pasir curah: Rp17 ribu/kg
Minyak goreng: Rp19 ribu/liter
Namun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang pada Oktober 2024 menunjukkan beberapa komoditas seperti cabai, tomat, daging ayam ras, bawang merah, dan emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi.
Selain program pasar murah, tim dari Disdag Palembang turun langsung ke lapangan setiap hari untuk memantau pergerakan harga. Langkah ini diharapkan dapat memitigasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang momen besar seperti Nataru.
Dengan langkah ini, Pemkot Palembang berharap masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga yang signifikan. [AYK]

