RELUNG.ID — Perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu telah menyebabkan gagal panen di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang berdampak pada melonjaknya harga beras.
Saat menyerahkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/2), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa banyak negara mengalami gagal panen sehingga harga beras naik di seluruh dunia.
“Harga beras di seluruh negara, di dunia itu sekarang naik, tidak hanya di Indonesia saja, di semua negara harganya naik. Kenapa naik? Karena ada yang namanya perubahan iklim, perubahan cuaca sehingga banyak yang gagal panen,” jelasnya.
Meskipun konsumsi beras di Indonesia tidak mengalami perubahan, produksinya mengalami penurunan yang berdampak pada kenaikan harga.
“Sehingga terjadi kekurangan suplai yang berakibat pada kenaikan harga,” tambah Jokowi.
Berdasarkan situs resmi Badan Pangan Nasional yang diakses Senin, harga rata-rata beras premium secara nasional mencapai Rp16.100 per kg.
Harga beras di Jakarta bahkan mencapai Rp16.500 per kg. Sementara itu, harga tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan yang mencapai Rp23.800 per kg, sedangkan harga terendah di Aceh sebesar Rp14.850 per kg.
Pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada 22 juta KPM, berdasarkan data yang dikelola oleh Kemenko PMK. Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban KPM terhadap kenaikan harga beras ini.
“Pemerintah kita membantu bantuan beras ini agar meringankan ibu-ibu semuanya karena tadi harganya naik,” kata Jokowi.
Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa pemberian bantuan bahan pangan ke depan masih harus memperhatikan kemampuan postur keuangan negara.

