Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Kenaikan PBB-P2 Pati 250 Persen Picu Protes, Bupati: Sudah 14 Tahun Tak Pernah Disesuaikan
Indeks

Kenaikan PBB-P2 Pati 250 Persen Picu Protes, Bupati: Sudah 14 Tahun Tak Pernah Disesuaikan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda07/08/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bupati Pati, Sudewo, memimpin rapat intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 bersama para camat dan anggota PASOPATI di Kantor Bupati Pati pada Minggu (18/5/2025). Foto: Pemkab Pati
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tengah menuai kontroversi dan gelombang protes dari warga. Pasalnya, tarif PBB untuk tahun 2025 melonjak tajam hingga sekitar 250 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebijakan ini pertama kali muncul dalam rapat intensifikasi PBB-P2 yang digelar di Kantor Bupati Pati pada Minggu, 18 Mei 2025. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pati Sudewo, bersama para camat dan anggota Pasopati (Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati).

Dalam keterangan resminya, Sudewo menyebut bahwa penyesuaian tarif PBB merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, setelah selama 14 tahun tidak ada kenaikan.

“PBB sudah 14 tahun tidak pernah disesuaikan. Maka disepakati bersama dalam rapat, penyesuaiannya sekitar 250 persen,” kata Sudewo, dikutip Rabu (6/8).

Sudewo menyoroti rendahnya pendapatan dari sektor PBB jika dibandingkan dengan daerah tetangga. Kabupaten Pati hanya mampu meraup Rp29 miliar per tahun, jauh di bawah Kabupaten Jepara (Rp75 miliar), Rembang (Rp50 miliar), dan Kudus (Rp50 miliar)—padahal secara luas wilayah, Pati disebut lebih besar.

Menurut Bupati yang juga kader Partai Gerindra tersebut, peningkatan penerimaan daerah diperlukan untuk mendanai proyek-proyek pembangunan strategis. Di antaranya infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, hingga penguatan sektor pertanian dan perikanan.

“Beban kami untuk pembangunan sangat besar. Jalan, rumah sakit, pertanian, perikanan—semuanya butuh anggaran tinggi. Alhamdulillah, camat dan kepala desa sudah sepakat menjalankan ini,” ujarnya.

Namun, di balik tujuan peningkatan pembangunan tersebut, kebijakan ini justru membuat sebagian masyarakat merasa keberatan. Banyak warga mengeluhkan lonjakan pajak yang dinilai terlalu tinggi dan tidak dikomunikasikan secara menyeluruh.

Menanggapi polemik yang merebak, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyatakan bahwa pihaknya sedang memeriksa dasar dari kebijakan ini. Inspektorat Jenderal Kemendagri telah diperintahkan untuk menelusuri apakah proses kenaikan PBB-P2 telah sesuai prosedur.

Sudewo pun mengajak seluruh masyarakat untuk memahami langkah tersebut sebagai bagian dari upaya kolektif dalam membangun Kabupaten Pati.

“Mohon dukungan semua pihak. Ini demi pembangunan, bukan untuk kepentingan pribadi saya,” pungkasnya.[THQ]

Bupati Pati Kenaikan PBB di Pati Pati
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKAI Divre III Bangun Budaya Kerja Sehat dan Empatik Lewat Program Well-Being
Next Article Prabowo Instruksikan Pengobatan 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang: Bukan Evakuasi, Murni Misi Kemanusiaan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20260 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20264 Views
Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,951 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,820 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,793 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?