RELUNG.ID – Gangguan distribusi dari pabrik membuat pasokan susu UHT di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dinas Perdagangan Sumsel mencatat distribusi produk susu dari sejumlah produsen besar turun hingga 40–50 persen sejak Februari 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah distributor utama guna memastikan kondisi stok di lapangan. Peninjauan dilakukan terhadap distributor yang menyalurkan produk Ultra Jaya, Indomilk, dan Diamond.
“Sejak Februari memang ada penurunan distribusi dari pabrik di Bekasi dan Bandung, dengan penurunan sekitar 40 sampai 50 persen,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, berkurangnya pasokan tidak hanya disebabkan oleh pengurangan distribusi dari pabrik, tetapi juga adanya kendala pengiriman melalui jalur pelabuhan yang menyebabkan keterlambatan barang tiba di gudang distributor.
Meski demikian, kebutuhan susu UHT untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReka) dipastikan masih relatif aman. Hal ini karena distribusi untuk sektor tersebut menggunakan jalur pasokan khusus langsung dari pabrik, sehingga tidak terlalu bergantung pada stok di gudang distributor daerah.
“Untuk sektor HoReka, terutama kemasan 1 liter, distribusinya tidak terlalu terdampak karena memiliki jalur pengiriman tersendiri,” jelasnya.
Pihaknya pun memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala untuk mengantisipasi potensi kelangkaan di pasaran. Koordinasi dengan pihak distributor dan produsen juga terus dilakukan agar distribusi dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.[THQ]

