RELUNG.ID – Bentrokan maut terjadi di Bangladesh sejak beberapa hari terakhir. Dari data setempat, bentrokan antara mahasiswa vs polisi ini menyebabkan 105 korban jiwa.
Hal ini membuat pemerintah menerapkan pemberlakuan jam malam dan mengerahkan pasukan setelah polisi kembali gagal meredam kerusuhan.
Dikutip dari AFP, diterapkannya jam malam ini membuat jalan-jalan di ibu kota Dhaka sepi saat fajar. Dimana, hanya ada pasukan berjalan kaki dan berkendara berlapis baja untuk melakukan patroli.
Bahkan, beberapa pengemudi becak yang masih terlihat di jalanan diminta untuk kembali kerumah karena diterapkannya jam malam ini.
Akibat aksi tersebut. Bahkan, Perdana Menteri Banglades, Sheikh Hasina mengaku terpaksa membatalkan kunjungannya ke Spanyol dan Brasil. Mengingat aksi protes ini semakin tidak terkendali.
Untuk diketahui, aksi protes ini terjadi sejak Bulan Juli. Dimana, mereka mendesak pemerintah menghentikan sistem kuota PNS yang menguntungkan kerabat veteran perang Bangladesh melawan Palestina tahun 1971 lalu.
Sistem kuota PNS bagi veteran ini sendiri didukung oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina. Alasannya, para veteran berhak mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya atas kontribusi mereka di masa perang, apa pun ikatan politiknya.
Masalah ini sempat menyebabkan keributan sebelumnya pada tahun 2018 lalu. Namun, Pemerintahan Hasina menangguhkan kuota tersebut menyusul protes besar-besaran mahasiswa.
Namun, Pengadilan Tinggi membatalkan keputusan tersebut pada bulan lalu dan mengembalikan kuota setelah kerabat para veteran tahun 1971 mengajukan petisi, yang memicu protes terbaru.

