RELUNG.ID – Kesultanan Palembang Darussalam membuka peluang kerja sama dengan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta dalam upaya pelestarian arsip dan penguatan kajian sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.
Rencana kolaborasi itu mengemuka saat perwakilan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta, Boy Hidayat dan Wulandari, bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan M. Mansyur, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Jumat (26/6/2026).
Kedatangan rombongan diterima langsung Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama R.M. Fauwaz Diradja. Turut hadir R.M. Rasyid Tohir, Dato Pangeran Nato Rasyid, dan Leni Mastuti.
Sultan SMB IV mengatakan, Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta memiliki perhatian besar terhadap dokumentasi sejarah, budaya, serta berbagai arsip yang berkaitan dengan Nusantara sebagai bahan penelitian akademik.
“Mereka fokus pada adat dan budaya Nusantara, tetapi juga menghimpun berbagai berita, dokumen, dan peristiwa sejarah yang menjadi bahan penelitian di Universiteit Leiden. Alhamdulillah, mereka datang dan menginisiasi kemungkinan kerja sama dengan Kesultanan Palembang Darussalam,” ujar Sultan.
Menurutnya, Universiteit Leiden memiliki koleksi yang sangat kaya mengenai sejarah Palembang, khususnya Kesultanan Palembang Darussalam. Koleksi tersebut meliputi arsip, foto-foto bersejarah, hingga berbagai benda budaya yang tersimpan di Belanda.
“Kami ingin bersinergi dan mengetahui benda-benda apa saja yang berkaitan dengan Palembang yang ada di Leiden. Harapannya, ke depan kita bisa bersama-sama menarasikan kembali sejarah dan kebesaran budaya Palembang dari masa lalu hingga masa kini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta, Boy Hidayat dan Wulandari, menjelaskan kunjungan tersebut juga bertujuan menghimpun berbagai terbitan lokal dari Palembang.
Mereka mencari buku, majalah, surat kabar, serta berbagai bahan literasi lokal untuk melengkapi koleksi perpustakaan Universiteit Leiden sebagai bagian dari dokumentasi sejarah dan budaya Indonesia.
“Terbitan-terbitan tersebut akan kami koleksi di perpustakaan Universiteit Leiden sebagai bagian dari dokumentasi dan sumber penelitian,” ujar perwakilan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta. (DSK)

