RELUNG.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional yang digelar di Palembang, Selasa (4/8/2026).
Mewakili General Manager PLN UID S2JB, Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) S2JB, Yanuardi Arief Budiyono, tampil sebagai panelis.
Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan PLN untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Menurut Yanuardi, penguatan keandalan pasokan listrik dilakukan melalui pemeliharaan dan pengembangan jaringan distribusi, penerapan transformasi digital, pemantauan sistem berbasis data secara real time, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik melalui inovasi, transformasi digital, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga keandalan sistem kelistrikan tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang memadai.
Kemampuan membaca kondisi sistem secara cepat, ketepatan dalam pengambilan keputusan, kesiapan petugas di lapangan, serta koordinasi yang baik dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menangani potensi gangguan.
Sosialisasi tersebut dibuka oleh Anggota Dewan Energi Nasional, Prof Johni Jonatan Numberi yang menekankan bahwa energi merupakan fondasi utama pembangunan nasional sekaligus penopang stabilitas ekonomi, pertahanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Johni, dinamika global seperti konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut Indonesia memiliki kebijakan energi yang adaptif dan tangguh.
Karena itu, peningkatan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap Kebijakan Energi Nasional dinilai menjadi langkah penting untuk membangun arah kebijakan yang selaras.
“Ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula kemampuan Indonesia menghadapi tantangan energi di masa depan,” kata Johni.
Dalam sesi diskusi, Anggota DEN Unggul Priyanto mengulas pentingnya penguatan cadangan penyangga energi untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik.
Ia juga menekankan perlunya diversifikasi sumber energi, peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta penguatan sistem mitigasi risiko guna menjaga kesinambungan pasokan energi nasional.
Sementara itu, akademisi Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Prof Eddy Ibrahim, menyoroti pentingnya riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi energi di daerah.
Adapun Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan, Akhirul Jaya Wardana memaparkan, strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan.
Melalui forum tersebut, PLN UID S2JB menegaskan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional.

