Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Ketatnya Standar Baru Kemenkes Bikin Dapur MBG Sumsel Tersendat, Sertifikasi Higiene Jadi Tantangan Serius
Regional

Ketatnya Standar Baru Kemenkes Bikin Dapur MBG Sumsel Tersendat, Sertifikasi Higiene Jadi Tantangan Serius

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dapur SPPG Polda Sumsel yang berada di komplek Pakri Palembang . (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Upaya pemerintah memperkuat standar kebersihan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menghadapi ujian di lapangan. Puluhan dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini belum satu pun mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dokumen wajib yang kini menjadi syarat utama dapur MBG bisa beroperasi.

Data terbaru mencatat, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdapat 35 dapur yang belum memiliki sertifikat tersebut, sementara di Ogan Komering Ulu (OKU)** ada 17 dapur yang masih berproses uji kelayakan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes OKI, Herry Yanrido, menjelaskan penyebab utama keterlambatan ini adalah terbitnya surat edaran baru Kementerian Kesehatan per 1 Oktober 2025 yang memperketat seluruh proses sertifikasi.
“Kami sudah sempat menerbitkan dua SLHS sebelumnya, tetapi karena aturan baru lebih ketat, sertifikat itu harus kami tarik untuk direvisi dan disesuaikan lagi,” ujar Herry, Selasa (7/10).
Menurutnya, proses memperoleh SLHS tidak sederhana. Pengelola dapur wajib memenuhi berbagai syarat teknis, mulai dari sertifikat penjamah makanan, sanitasi dapur, uji laboratorium air minum, hingga pengujian sampel makanan di Balai POM.
“Pemeriksaan sumber air paling lama. Sampel harus dikirim ke Palembang, dan uji biologi bisa makan waktu sampai 10 hari,” jelasnya.
Surat edaran Kemenkes juga memberi tenggat waktu satu bulan sejak 1 Oktober 2025 bagi seluruh dapur SPPG yang telah beroperasi untuk wajib memiliki SLHS. Bila tidak, Badan Gizi Nasional (BGN) berhak memberikan sanksi, termasuk penutupan operasional dapur.
Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, menambahkan bahwa aturan ini diterapkan demi melindungi masyarakat dari risiko keracunan massal akibat makanan yang tidak higienis.
“Kami mendukung kebijakan ini. Semua SPPG di OKU sedang berproses melengkapi dokumen. SLHS menjadi benteng utama agar program MBG tidak menimbulkan masalah kesehatan,” tegas Deddy.
Sementara itu, pengelola dapur MBG di daerah mengaku khawatir tenggat waktu satu bulan terlalu singkat untuk memenuhi seluruh persyaratan. Sebagian berharap pemerintah daerah dan BGN dapat memberikan pendampingan teknis lebih intensif, terutama dalam pengujian laboratorium yang biayanya tidak kecil.
Dengan total lebih dari 10 ribu SPPG di seluruh Indonesia dan standar baru yang kian ketat, pelaksanaan MBG kini tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana dan bahan pangan, tapi juga pada kemampuan dapur memenuhi standar keamanan pangan nasional.
“Kami sepenuhnya mendukung program MBG, tapi jangan sampai semangat memberi makan bergizi justru terhambat di tahap administratif,” ujar salah satu pengelola dapur di OKI.[THQ]
BGN Dapur MBG Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Video Bakso Isi Kodok di Palembang, Pembeli Ngaku Beli Lewat Aplikasi Online


Next Article Data Kementrian: 8.000 Anak Berstatus Tidak Sekolah, Disdik Empat Lawang Sebut Belum Valid
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Regional

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,849 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,724 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,695 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?