RELUNG.ID – Balai Kementrian Pendidikan mencatat angka fantastis yakni lebih dari 8.000 anak di Empat Lawang berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS).
Hal ini langsung mendapat respon dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Empat Lawang.
“Data tersebut masih bersifat sementara dan belum valid,” kata Kepala Disdikbud Empat Lawang, Jon Heri, Rabu (8/10/2025).
Meski demikian, pihaknya melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh untuk memastikan data dan informasi tersebut.
Dia pun optimis bahwa setelah proses pengecekan langsung di lapangan selesai, jumlah ATS yang sebenarnya akan jauh berkurang.
“Untuk memastikan, kita akan cek ke lapangan. Berdasarkan laporan hasil rapat dengan para camat, banyak data yang tidak sinkron. Sebagian anak yang tercatat tidak bersekolah ternyata sudah bersekolah,” terangnya.
Ketidaksesuaian data ini disinyalir kuat berasal dari masalah administratif, khususnya belum adanya pembaruan data di Kartu Keluarga (KK).
Jon Heri menjelaskan bahwa banyak anak yang faktanya sudah aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah, namun pada data kependudukan mereka (KK) masih tercatat sebagai anak yang belum pernah bersekolah.
“Kita verifikasi ke lapangan biar tidak terkejut. Di KK belum pernah sekolah, padahal sudah sekolah,” tegasnya.
Kondisi ini membuat data di Balai Kementerian menjadi membengkak, karena mengacu pada data administrasi kependudukan yang belum termutakhirkan.
Lebih lanjut, Disdikbud Empat Lawang kini terus mengumpulkan dan memeriksa ulang data dari tingkat desa dan kelurahan di seluruh kecamatan.
Jon Heri menekankan bahwa data dari Balai Kementerian belum divalidasi sepenuhnya, dan proses sinkronisasi ini sangat penting agar kebijakan pendidikan dapat tepat sasaran.
“Data ini belum valid, kita masih kumpulkan dan periksa ulang dari tingkat desa dan kelurahan. Jadi sangat mungkin jumlahnya akan berubah,” pungkas Jon Heri, seraya menjanjikan data final yang akurat akan segera diumumkan kepada publik. (SLM)

