RELUNG.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang tidak menghentikan operasional Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan. Moda transportasi publik ini tetap beroperasi sesuai jadwal, dengan ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,93 persen dan kedatangan 99,92 persen sepanjang Triwulan III 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memastikan pelayanan tetap berjalan normal. Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan operasional LRT tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan perjalanan di tengah kondisi kabut asap.
“Operasional LRT Sumsel hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Aida.
Ia mengimbau pelanggan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan serta ketika menuju dan meninggalkan stasiun.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak dan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara.
Layani 3,3 Juta Pelanggan
Di tengah kondisi tersebut, LRT Sumsel mencatat 3.303.591 pelanggan sepanjang Juli–September 2026, dengan rata-rata sekitar 12.100 pelanggan per hari.
Stasiun Asrama Haji menjadi stasiun tersibuk dengan 654.308 pelanggan atau rata-rata 2.396 pelanggan per hari. Berikutnya, Stasiun Ampera melayani 527.171 pelanggan dengan rata-rata 1.931 pelanggan per hari.
Sementara itu, Stasiun DJKA mencatat 441.148 pelanggan dengan rata-rata 1.615 pelanggan per hari.
Hingga 14 Oktober 2026, LRT Sumsel telah melayani 147.654 pelanggan, dengan rata-rata 10.546 pelanggan per hari.
Capaian tersebut memperlihatkan peran LRT dalam menopang mobilitas warga Palembang, baik untuk bekerja, bersekolah maupun menjangkau pusat kegiatan masyarakat.
Aida menegaskan, KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memantau perkembangan situasi operasional.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Apabila tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan tetap lakukan langkah perlindungan diri dari paparan kabut asap,” tutupnya. (KPB)

