RELUNG.ID – Kementrian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Kebijakan Fiskal, menyebutkan kinerja impor tahun 2023 secara tahunan mengalami pertumbuhan yakni sebesar 1,27 persen.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, berdasarkan data, kinerja impor bulan Januari tercatat sebesar 18,44 miliar dolar AS atau tumbuh 1,27 persen secara tahunan atau (yoy).
Dilihat dari penggunaannya, impor barang konsumsi tumbuh 1,09 persen (yoy), barang modal sebesar 5,66 persen (yoy) dan bahan baku penolong sebesar 0,41 persen (yoy).
Baca Juga: Webtoon ‘Doom Breaker’ Bumi Dihancurkan Dewa Iblis, Ceritanya Akan Diubah
Menurutnya, pertumbuhan semua jenis impor yang konsisten positif di semua jenis menunjukkan bahwa aktivitas produksi di dalam negeri masih terus ekspansif yang sejalan dengan indikator PMI yang meningkat di bulan Januari.
“Impor ini didominasi oleh komoditas utama termasuk mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” katanya.
Tak hanya impor tahunan yang mengalami pertumbuhan, tetapi kinerja ekspor juga mengalami pertumbuhan. Bahkan, mencapai 16,37 persen secara tahunan atau mencapai 22,31 miliar dolar AS.
Baca Juga: Dukung DOB Rambang Lubai Lematang, Plt Bupati Kaffah Minta Presedium Lengkapi Seluruh Persyaratan
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan ekspor baik komoditas migas maupun nonmigas, yang masih masing-masing meningkat sebesar 65,03 persen (yoy) dan 13,97 persen (yoy). Beberapa komoditas utama yang mendukung positifnya kinerja ekspor di antaranya logam mulia dan perhiasan/permata serta karet dan barang dari karet.
Ekspor ke negara mitra dagang utama juga tetap mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Ekspor produk nonmigas ke Tiongkok yang mencapai 25,2 persen dari total ekspor non-migas tumbuh sebesar 49,4 persen (yoy). Diikuti dengan ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN 18,9 persen dari total ekspor nonmigas) dan India 6,5 persen dari total ekspor nonmigas yang masing-masing tumbuh 17,5 persen, dan 30,5 persen secara tahunan.
Baca Juga: Mau Ganti Oli Kendaraan? Perhatikan Empat Petunjuk Berikut!
“Walaupun PMI Manufaktur beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti Tiongkok masih ada dalam zona kontraksi, ekspor masih tumbuh tinggi di awal tahun ini,” terangnya.
Saat ini, pemerintah terus mewaspadai adanya potensi tekanan dari perlambatan ekonomi global dan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor, termasuk melalui dorongan hilirisasi sumber daya alam, mendorong diversifikasi negara tujuan ekspor terutama ke negara-negara potensial.

