RELUNG.ID – Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan mendesak Gubernur Sumsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), menyusul kinerja perusahaan yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam beberapa tahun terakhir.
Anggota Komisi III DPRD Sumsel, Abdullah Taufik, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, PT SMS tidak menyumbang PAD sama sekali untuk keuangan daerah.
Padahal, kehadiran BUMD seperti PT SMS seharusnya menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan memberikan pemasukan bagi kas daerah.
“PT SMS ini berdasarkan hasil laporan yang kita terima, tidak memberikan kontribusi PAD bagi keuangan Pemprov Sumsel,” ujar Abdullah Taufik, Jumat (11/4).
“Harus dilakukan evaluasi. Jangan sampai keberadaan BUMD justru menjadi beban bagi keuangan daerah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan PT SMS bukan satu-satunya BUMD yang dinilai bermasalah. Ada beberapa BUMD lainnya yang turut menjadi sorotan karena tidak menunjukkan perkembangan positif dalam kinerja maupun keuangan.
Dalam beberapa kali rapat dengar pendapat yang digelar Komisi III DPRD Sumsel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD, pihak legislatif telah mengevaluasi sejumlah indikator kinerja.
Diantaranya, peningkatan pendapatan dan laba dari tahun ke tahun, pengembangan usaha melalui unit bisnis baru, hingga peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa PT SMS tidak mampu memenuhi indikator-indikator tersebut, sehingga keberlanjutan dan efektivitas perusahaan patut dipertanyakan.
“Kami ingin gubernur bertindak tegas. Jika memang PT SMS tidak bisa diperbaiki, maka perlu dipertimbangkan langkah-langkah strategis lainnya, termasuk restrukturisasi total atau pembubaran,” tegas Abdullah. (DSK)

