RELUNG.ID – Perjuangan tak kenal lelah mengantarkan Muhammad Ilham menjadi salah satu pesepak bola yang diperhitungkan di PNM Liga Nusantara musim 2024/2025.
Pemain muda berbakat dari PERSIBA Balikpapan ini berhasil mengamankan posisi ketiga bersama timnya setelah persaingan sengit melawan PSGC Ciamis.
Namun, di balik pencapaian gemilangnya, tersimpan kisah haru dan penuh inspirasi tentang perjuangannya melawan keterbatasan. Ilham berasal dari keluarga prasejahtera di Sengae, Samarinda.
Ibunya, Darmawati, adalah seorang penjual kulit ketupat yang berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga, terutama sejak suaminya mulai sakit-sakitan.
Darmawati bercerita bahwa sejak kecil Ilham sudah mandiri dan gigih mengejar impiannya menjadi pesepak bola profesional. Meski tidak mampu memberikan dukungan finansial untuk pendidikan sepak bola anaknya, Darmawati selalu memberikan restu dan semangat kepada Ilham.
“Setiap mau berangkat main bola Ilham cuma minta uang saku, ternyata dari uang itu dia tabung sendiri untuk bayar sekolah bola karena tidak mau merepotkan keluarga,” ungkap Darmawati, Minggu (23/3/2025).
Kesulitan ekonomi membuat keluarga Ilham bahkan tak pernah hadir langsung menyaksikan pertandingannya. Namun, doa dan dukungan tak pernah absen. “Saya belum pernah lihat langsung, cuma dari TV karena tidak ada uang, tapi setiap sebelum tanding Ilham selalu telepon minta doa,” lanjut Darmawati.
Kini, setelah bergabung dengan PERSIBA Balikpapan, kehidupan keluarga Ilham perlahan berubah. Berkat kerja kerasnya, ia tidak hanya berhasil mewujudkan impian sebagai pesepak bola profesional tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga.
“Saya tidak pernah bisa kasih sesuatu, tapi Ilham selalu kirim uang untuk kami. Pernah dia bilang kalau sudah sukses mau belikan rumah. Sedih saya kalau ingat-ingat, dia sangat peduli sama keluarga,” kata Darmawati dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Ilham menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Keikutsertaan Ilham di PNM Liga Nusantara juga menunjukkan bagaimana dukungan dari berbagai pihak, termasuk PNM, dapat membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga akar rumput untuk berkembang di dunia olahraga.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat juang keluarga prasejahtera dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“PNM Liga Nusantara ini bukan sekadar dukungan terhadap sepak bola Tanah Air, tetapi juga mendorong talenta muda dari keluarga prasejahtera agar lebih profesional dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Arief. (CKM)

