RELUNG.ID – Nama Paris Yasir, Bupati Jeneponto periode 2025–2030, kini menjadi sorotan publik setelah aksinya yang terekam marah-marah di jalan dan viral di media sosial. Insiden itu terjadi setelah ia dilantik sebagai Bupati Jeneponto oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Jumat (21/3/2025).
Momen kemarahan Paris Yasir terjadi saat dirinya dan Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dalam perjalanan kembali ke Jeneponto. Ia diduga tersulut emosi setelah perjalanan rombongannya diganggu oleh pendukung lawan politiknya dalam Pilkada 2024.
Dalam video yang beredar luas di media sosial Facebook oleh akun Andi Amal Akbar, tampak mobil dinas Paris Yasir dengan plat nomor DD 1 G berhenti di jalan. Mengenakan setelan putih-putih dan dasi hitam, Paris terlihat keluar dari jendela mobil, duduk, lalu mengacungkan dua jari sembari berteriak.
“Menang nomor dua, menang nomor dua, apa, woy,” seru Paris dalam video yang berdurasi 59 detik tersebut.
Tak lama kemudian, Paris turun dari mobil dan berlari mengejar seseorang yang diduga menjadi provokator. Situasi sempat memanas sebelum ajudannya datang menenangkan Paris dan meredam ketegangan.
Menurut kerabat Paris Yasir, DR Sudirman Sappara, insiden ini tidak hanya melibatkan provokasi verbal, tetapi juga pelemparan batu ke arah mobil dinas Paris. Ia menegaskan bahwa pihak Paris Yasir akan melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
Profil Lengkap Paris Yasir
Paris Yasir lahir pada 18 Mei 1981 di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ia merupakan politikus yang telah lama berkecimpung di dunia pemerintahan.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Jeneponto, ia lebih dulu berkarier di legislatif dan eksekutif daerah.
Berikut rekam jejak karier politik Paris Yasir:
– Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto (2009–2014)
– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto (2014–2018)
– Wakil Bupati Jeneponto (2018–2023)
– Bupati Jeneponto (2025–2030)
Selain aktif di pemerintahan, Paris Yasir juga terlibat dalam berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia Makassar untuk periode 2023–2027.
Insiden viral yang melibatkan Paris Yasir ini menambah daftar panjang kontroversi yang sering menghiasi dunia politik di daerah. (KPB)

