Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kisah Heroik dr. Aaron Simatupang, Dokter TNI yang Rela Bertaruh Nyawa Selamatkan Santri Tertimpa Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny
Regional

Kisah Heroik dr. Aaron Simatupang, Dokter TNI yang Rela Bertaruh Nyawa Selamatkan Santri Tertimpa Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

RiyadiBy Riyadi06/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
dr. Aaron Simatupang, Dokter TNI yang Rela Bertaruh Nyawa Selamatkan Santri Tertimpa Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Di tengah duka atas tragedi runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025), terselip kisah heroik dari seorang dokter TNI, dr. Aaron Franklyn Suaduon Simatupang.

Dokter Aaron menunjukkan dedikasi luar biasa dengan rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan seorang santri berinisial NA, yang terjebak di bawah reruntuhan beton. Dalam proses evakuasi, ia harus merayap ke dalam celah puing sempit berukuran sekitar 50 cm di tengah struktur bangunan yang sangat tidak stabil.

“Pikiran saya, sudah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit bisa ambruk,” ujar Dokter Aaron saat ditemui di RSUD R.T. Notopuro, Kamis malam (2/10/2025).

Baca juga :   Harus Tempuh 10 Kilometer untuk Berobat ke Puskesmas, Balita di Empat Lawang Meninggal Dunia di Perjalanan

NA mengalami luka berat karena tangannya tertindih bongkahan beton. Tim medis dihadapkan pada dua pilihan sulit yakni menunggu beton diangkat dengan risiko korban kehilangan darah lebih banyak, atau melakukan amputasi di lokasi.

Setelah menilai kondisi korban dan berdiskusi dengan tim dokter senior, opsi kedua akhirnya dipilih. Dokter Aaron keluar dari reruntuhan untuk mematangkan rencana tindakan medis.

Proses amputasi darurat berlangsung selama sekitar 10 menit. Pasien dibius di lokasi, dan setelah berhasil dievakuasi, langsung distabilisasi dan dirujuk ke RSUD R.T. Notopuro.

Baca juga :   Satresnarkoba Polres Pagar Alam Ringkus Dua Bersaudara, Amankan 1,7 Kilogram Ganja

“Setelah itu lukanya ditutup. Kemudian di RS dilakukan pembersihan ulang, dijahit kembali, dan baru selesai sekitar pukul 01.30 WIB,” jelasnya.

Dokter Aaron lahir di Jayapura, 29 Januari 1994. Pria berusia 31 tahun ini juga diketahui telah menyelesaikan pendidikan S2 di Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Pembangunan Panca Budi.

Tragedi ini terjadi pada Senin (29/9/2025) pukul 15.00 WIB, saat para santri tengah bersiap melaksanakan salat Ashar. Bangunan musala tiba-tiba ambruk, mengakibatkan puluhan santri tertimbun.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca di Sumsel, Palembang Diminta Waspada

Tim Basarnasawalnya melakukan upaya penyelamatan secara manual. Namun setelah memasuki hari keempat pencarian tanpa hasil signifikan, mereka mulai menggunakan alat berat seperti crane untuk mengangkat puing.

Kepala Sub Direktorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Bencana Basarnas, Emi Freezer menyampaikan bahwa penggunaan alat berat diputuskan setelah tiga kali reassessment tidak menunjukkan adanya tanda-tanda korban hidup.

“Kenapa kami alihkan ke fase pengambilan reruntuhan? Karena sudah tiga kali reassessment hasilnya nihil,” ungkap Emi dalam konferensi pers pada Kamis (2/10/2025).[YKP]

Dokter TNI yang Rela Bertaruh Nyawa dr. Aaron Simatupang Ponpes Al-Khoziny
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKorban Tewas Ponpes Al Khoziny Capai 54 Orang, Tim SAR Masih Cari Korban di Reruntuhan Gedung
Next Article Presiden Prabowo Bertemu Jokowi di Kertanegara, Bahas Apa?
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,883 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,755 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?