RELUNG.ID- Hingga sepekan setelah insiden ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Tim SAR masih terus melakukan pencarian korban di lokasi reruntuhan. Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sore itu telah menelan puluhan korban jiwa.
Gedung tiga lantai yang juga mencakup musala di asrama putra tersebut roboh ketika ratusan santri tengah melaksanakan salat Ashar berjemaah. Sejumlah santri berhasil menyelamatkan diri, namun puluhan lainnya ditemukan meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, melaporkan hingga Senin (6/10/2025) dini hari pukul 03.35 WIB, total korban tewas mencapai 54 orang termasuk lima potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi.
“Kita belum tahu apakah potongan tubuh yang ditemukan itu saling berhubungan atau tidak, tapi sementara tetap kita anggap masing-masing satu,” ujar Nanang.
Sementara itu, jumlah total korban mencapai 158 orang dengan 104 santri dinyatakan selamat.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB, Kolonel Inf Hery Setiono, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan sangat hati-hati mengingat kondisi bangunan lama yang berdiri di sebelah lokasi ambruk kini ikut miring dan berisiko runtuh.
“Bangunan lama itu pun sudah miring, jadi kalau material reruntuhan langsung diangkat tanpa teknik tertentu, bisa berisiko menimbulkan runtuhan susulan,” kata Hery dalam konferensi pers di Posko Kedaruratan, Minggu (5/10/2025) malam.
Proses evakuasi korban dan pengangkatan puing sejauh ini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada Senin (6/10/2025). Namun, Hery mengakui tim SAR masih menghadapi tantangan besar di sektor selatan di mana reruntuhan menimpa dan bersandar ke bangunan lama.
“Harapannya progres bisa selesai Senin sore atau malam, tergantung situasi di lapangan,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny ini. Ia memerintahkan para menteri terkait dan kepala daerah untuk turun langsung memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, Prabowo terus memantau perkembangan situasi sejak awal kejadian.
“Beliau memonitor terus, makanya beliau memerintahkan kepada para menteri terkait serta gubernur dan wakil gubernur untuk memberikan perhatian penuh,” ujar Prasetyo di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Hingga kini, proses evakuasi dan identifikasi korban masih berlangsung di lokasi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik serta pendampingan psikologis bagi para santri dan keluarga korban tragedi Ponpes Al Khoziny. [YKP]

