RELUNG.ID– Dengan langkah perlahan namun penuh semangat, Salimin Dul Kemis, seorang petani berusia 93 tahun asal Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), turun dari bus rombongan calon jemaah haji (CJH).
Tanpa bantuan tongkat atau kursi roda, Salimin mendampingi istrinya, Sumini (76), yang duduk di kursi roda menuju jalur fast track pelayanan prioritas lansia di Asrama Haji.
Pasangan ini mendapatkan pelayanan khusus, termasuk pemeriksaan identitas dan pemberian gelang tanda kelompok terbang (kloter) 1.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat. Kami sudah menunggu lima tahun sejak mendaftar,” ujar Salimin, yang menjadi salah satu calon jemaah haji tertua dari OKUT.
Salimin menceritakan perjalanan hidupnya yang sederhana sebagai petani di OKUT. Dari hasil bertani padi dan menjual gabah, ia dan Sumini menabung demi mewujudkan impian mereka ke Tanah Suci. Dengan ketujuh anaknya, pasangan ini mempersiapkan segalanya untuk perjalanan suci tersebut.
“Anak-anaklah yang mendaftarkan kami,” katanya dengan penuh syukur.
Meski usianya hampir seabad, Salimin tampak bugar dan gagah. Ia mengaku menjaga pola hidup sehat sejak muda, terutama dengan menghindari konsumsi gula dan hanya minum air putih.
“Ora minum kopi, air putih tok,” ujarnya dalam bahasa Jawa. Rahasia sederhana ini membuatnya tetap aktif, meskipun kini ia tak lagi mencangkul di sawah.
Sebagai seorang transmigran asal Jawa yang sejak muda menetap di Sumatra Selatan, Salimin merasa sangat bersyukur bisa menjalani ibadah haji bersama istri tercintanya. Dengan penuh harap, ia berdoa agar perjalanan mereka ke Tanah Suci membawa keberkahan.
“Insyaallah sehat, bisa pulang bersama istri dan makan sayur rebus bareng lagi,” katanya dengan senyum tulus.[THQ]

