RELUNG.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI terus mendorong kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah. Salah satu momentum pentingnya tercermin dalam ajang Anugerah Media Humas (AMH) Indonesia 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (12/11/2025) malam.
Acara bergengsi tahunan ini menghadirkan para pelaku kehumasan pemerintah dari seluruh Indonesia, termasuk Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Musi Banyuasin, Daud Amri, SH, yang hadir mewakili Pemkab Muba. Ia turut didampingi Pranata Humas Ahli Muda Bidang Komunikasi Publik, Slamet Rianto, SE, M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid, didampingi Wakil Menteri Nezar Patria dan Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa AMH bukan sekadar penghargaan, melainkan ruang konsolidasi strategi komunikasi pemerintah di era digital.
“AMH menjadi wujud apresiasi atas kerja keras para humas pemerintah dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan, inklusif, dan adaptif,” ujar Meutya.
Sementara itu, Fifi Aleyda menambahkan, AMH ke-18 ini diikuti oleh 190 instansi pemerintah, dengan 154 di antaranya berhasil lolos ke tahap akhir penilaian. Enam kategori dilombakan, mulai dari Media Sosial, Kampanye Komunikasi Publik, Media Audiovisual, Siaran Pers, Website, hingga Inhouse Magazine.
Daud Amri menyambut positif ajang tersebut sebagai wadah pembelajaran sekaligus penguatan jejaring antarhumas pemerintah. “Partisipasi kami di AMH 2025 adalah bentuk komitmen untuk terus berinovasi dalam komunikasi publik. Ini bukan sekadar hadir, tetapi juga menyerap inspirasi dan memperluas kolaborasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Muba melalui Dinas Kominfo akan terus memperkuat peran humas daerah dalam mendukung keterbukaan informasi, transparansi pembangunan, dan pelayanan publik berbasis digital.
“Kami ingin menghadirkan wajah pemerintahan yang komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. Karena kehumasan hari ini bukan lagi sekadar penyampai pesan, tapi jembatan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat,” tambah Daud.[THQ]

