RELUNG.ID – Di era digital yang semakin canggih, kebiasaan lama tampaknya sulit diubah. Sebuah studi terbaru dari Comparitech mengungkapkan bahwa jutaan orang di seluruh dunia masih menggunakan password yang sangat lemah dan mudah ditebak — bahkan di tahun 2025.
Dari analisis terhadap lebih dari 2 miliar kata sandi yang bocor di berbagai forum daring, ditemukan bahwa kombinasi klasik seperti “123456”, “admin”, dan “password” tetap mendominasi daftar teratas. Temuan ini menunjukkan, kesadaran akan keamanan digital masih belum sejalan dengan praktik nyata di kalangan pengguna internet.
“Sebagian besar pengguna memilih kenyamanan dibanding keamanan. Mereka ingin password yang mudah diingat, meskipun tahu risikonya tinggi,” tulis laporan tersebut.
Studi ini juga mencatat bahwa lebih dari 65% password yang dianalisis memiliki panjang di bawah 12 karakter, membuatnya sangat rentan terhadap serangan brute-force. Bahkan, 6,9% di antaranya hanya memiliki kurang dari 8 karakter.
Menariknya, variasi kata sandi yang menggunakan urutan angka sederhana seperti ‘123’, ‘111111’, atau ‘321’ mendominasi sekitar 40% dari seluruh kata sandi teratas, sementara kata-kata umum seperti ‘password’, ‘admin’, ‘welcome’, dan ‘qwerty’ masih sering digunakan.
Tak sedikit pula pengguna yang menggabungkan unsur lokal atau personal. Password seperti “India@123” dan “minecraft” bahkan masuk dalam 100 besar kata sandi paling sering dipakai di dunia tahun ini.
Ahli keamanan siber menilai fenomena ini sebagai bukti lemahnya disiplin digital masyarakat global.
“Selama orang masih mengutamakan kemudahan akses ketimbang perlindungan data, kebocoran akun akan terus berulang,” ujar analis keamanan dari Comparitech.[THQ]

