RELUNG.ID-Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031 di Hotel Santika Premiere Palembang, Sabtu (14/02/2026), tak sekadar menjadi ajang seremonial. Momentum tersebut ditekankan sebagai titik awal konsolidasi sekaligus penegasan arah perjuangan politik ke depan.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, di hadapan jajaran pengurus pusat, kader, serta sejumlah tamu undangan. Hadir pula Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat, serta Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah.
Dalam arahannya, Cucun menegaskan bahwa PKB Sumsel harus memiliki orientasi yang jelas di tengah dinamika politik yang semakin kompleks. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakstabilan ekonomi global hingga perubahan pola komunikasi politik akibat perkembangan teknologi.
“Kita memang berkumpul dalam seremoni, tetapi yang paling penting adalah konsolidasi. PKB di Sumatera Selatan mau jadi apa dan mau dibawa ke mana? Arah perjuangan partai harus jelas,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas politik menjadi kebutuhan mendesak. Ia mendorong kader PKB agar tidak berhenti pada retorika, melainkan menunjukkan kapasitas dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Politik kita harus naik kelas. Dari janji menjadi kerja nyata, dari seremonial menjadi berdampak. Kader PKB harus mampu menyelesaikan persoalan rakyat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menekankan pentingnya peran partai politik sebagai penyalur aspirasi publik dalam sistem demokrasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan fungsi tersebut secara profesional dan berintegritas.
“Bawalah perahu PKB ini ke arah yang lebih baik agar dapat membantu masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sumsel yang baru dikukuhkan, Nasrun Halim, menyatakan komitmennya untuk segera melakukan langkah konsolidasi internal. Ia menyebut proses panjang mulai dari penjaringan, musyawarah wilayah, uji kelayakan, hingga akademi politik kebangsaan menjadi modal menghadapi tantangan politik lima tahun ke depan.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar musyawarah daerah guna menyatukan visi dan menyusun program kerja prioritas.
“Kami mengajak seluruh kader untuk solid dan bekerja bersama mencapai target politik yang telah ditetapkan. Dengan sumber daya yang ada, insyaallah kita bisa meraih kemenangan,” tandasnya. [DSK]

