RELUNG.ID – Konsumsi gas alam untuk pelanggan rumah tangga dan komersih di Sumsel diperkirakan mengalami peningkatan mencapai 18 hingga 20 persen.
Peningkatan ini terjadi di momen Ramadan dan lebaran Idulfitri karena banyaknya aktivitas masak baik rumah makan maupun pribadi.
Demikian diakui oleh Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Bramansetyoko, Kamis lalu (21/3).
Dia mengatakan, ada dua instrumen penting untuk penyaluran gas alam kepada para pelanggan yaitu keamanan pasokan dan kehandalan jaringan.
Menurutnya selama dua hal itu terpenuhi dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh pelanggan dalam penggunaan gas.
“Sistem kerja kita sudah terkoordinir beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu sehingga meski saat libur lebaran tidak terlalu berdampak atau tidak ada karena Tim Penanggulangan Gangguan (TPG) selalu siaga di lapangan maupun frontliner,” katanya, Kamis (20/3).
Jika ada petugas yang libur makan akan ada sistem piket untuk memastikan kinerja tidak terganggu.
Sementara itu Sales Executive PGN Area Palembang, Kretyowiweko Husnu Hidayatulah menambahkan penggunaan gas selama Ramadhan dan IdulFitri diprediksi meningkat mencapai 20 persen dari rata-rata penggunaan di bulan biasa.
Secara umum, kata dia, penggunaan gas alam oleh pelanggan PGN Area Palembang sebesar 2 juta meter kubik.
“Kita itu hitungannya monthly (bulanan) dan secara rata-rata 2 juta meter kubik. Meningkatnya 20 persen dari situ,”Katanya
Dia menambahkan, mayoritas pelanggan PGN merupakan para pelaku usaha Hotel Restoran dan Kafe (Horeka). Hal itu menjadi salah satu faktor pendorong dari peningkatan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
Adapun jumlah sambungan dari industri dan komersial di wilayah Sumsel sebanyak 269 sambungan
“Dan untuk wilayah Palembang kita hampir semua dilayani dan kita juga terus melakukan pengembangan di beberapa daerah lain salah satunya di Lemabang, Keluruhan III Ilir, Kecamatan Ilir Timur II,” kata Husnu.
Lebih lanjut dia menambahkan untuk realisasi sambungan di wilayah kerja PGN Palembang sepanjang 2024 lalu telah mencapai 3.000 sambungan atau sesuai dengan jumlah penugasan dari pemerintah pusat. (CKM)

