Sebuah bom dipiinggir jalan menghantam sebuah konvoi di Burkina Faso Utara. Akibatnya, 35 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Gubernur Wilayah Sahel, Letnan Kolonel Rodolphe Sorgho dalam pernyataannya menyebutkan konvoi ini dilakukan pada Senin kemarin. Dimana, konvoi yang dikawal tentara ini membawa warga sipil. Kemudian, terjadi ledakan diantara kota Bourzangan dan Djibo.
“Yang terluka telah dievakuasi dan area ledakan telah diamankan,” katanya dikutip dari APNews, Selasa (6/9).
Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan bom tersebut. Namun, diduga ledakan tersebut diakibatkan pemberontak ekstremis. Ledakan ini merupakan yang kelima kalinya di Provinsi Soum sejak Agustus, khususnya di sekitar Djibo.
Menurut laporan keamanan internal untuk pekerja bantuan yang dilihat oleh The Associated Press. Sebuah ledakan ganda bulan lalu antara Djibo dan Namssiguia menewaskan sedikitnya 15 orang.

