RELUNG.ID – PT Astra International Tbk mendorong kopi dari Desa Sejahtera Astra di Pagar Alam, Sumatera Selatan, menembus pasar internasional. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan UMKM dan perluasan akses pasar dalam ajang Trade Expo Indonesia.
Kopi arabika dan robusta Pagar Alam menjadi salah satu produk unggulan daerah yang diperkenalkan Astra. Produk ini dipasarkan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global.
Astra menjalankan program Desa Sejahtera Astra Ekspor Champion bersama Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan pelaku UMKM menghadapi pasar ekspor.
Pendampingan dilakukan melalui kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, business pitching, hingga business matching. Tahapan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli potensial dari luar negeri.
Eksekutif Integrator Astra, Boy Gemino Kauserang, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui kegiatan ekspor.
Astra, kata dia, terus memperkuat pembinaan dan pendampingan agar lebih banyak produk lokal mampu menjangkau pasar internasional.
Selain kopi Pagar Alam, Astra menampilkan berbagai produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Astra, serta kelompok usaha lainnya di lingkungan Grup Astra. Produk tersebut meliputi teh artisan, Teh Balance, biji kakao fermentasi, minuman herbal, gula kelapa, hingga aneka olahan pangan dan makanan ringan dari sejumlah daerah, termasuk Pakenjen, Garut.
Partisipasi Astra dalam Trade Expo Indonesia telah berlangsung sejak 2018. Dalam empat tahun berturut-turut, yakni 2022–2025, Astra melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha, termasuk UMKM dari Desa Sejahtera Astra.
Dari partisipasi tersebut, nilai kontrak dan transaksi pelaku usaha binaan Astra tercatat melampaui US$24,29 juta atau sekitar Rp400 miliar. Produk-produk mereka menjangkau pembeli dari Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, Nigeria, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, hingga Australia.
Capaian tersebut menunjukkan peluang produk lokal untuk memasuki pasar global. Namun, perluasan ekspor membutuhkan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta jaringan pemasaran yang kuat. (CKM)

