Susandi S, korban pengeroyokan di Desa Srimulyo, D1 Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Rabu (26/10) lalu, menjanjikan imbalan sebesar Rp10 juta bagi masyarakat yang berhasil menangkap pelaku pengeroyokan.
Pasalnya, hingga saat ini masih ada dua DPO yaitu Ridho (23) warga Dusun I Desa Bandar Jaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Muba dan Heri (45) warga Dusun I, Desa Sri Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba.
Susandi mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Polres Muba dan Polsek Tungkal Jaya yang memberikan atensi atas laporan pengeroyokan yang menimpanya pada Rabu 26 Oktober 2022 yang mengakibatkan kepalanya pecah dengan puluhan luka jahitan setelah dikeroyok tiga orang preman.
Seperti diketahui, Polsek Tungkal Jaya menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua orang pelaku pengeroyokan terhadap korban Susandi S di Desa Srimulyo, D 1 Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin Rabu (26/10/2022) lalu.
“Kepada siapapun masyarakat yang berhasil menemukan, menginformasikan dan menangkap dua pelaku yang masih DPO saya akan memberikan imbalan sebesar 10 juta sebagai ucapan terima kasih,” katanya, Selasa (1/11).
Dikatakan Susandi, dari tiga preman yang mengeroyok sudah berhasil ditangkap satu pelaku atas nama Wandi tidak lama setelah kejadian pengeroyokan. “Baru satu pelaku yang sudah ditangkap. Masih ada dua pelaku lagi yang masih belum ditangkap semoga saja dua pelaku itu segera tertangkap,” harapnya.
Diberitakan sebelumnya Susandi S seorang pengusaha di Pasar Bayung Lencir, Kabupaten Muba mengalami luka dikepalanya setelah dikeroyok sejumlah preman di Desa Srimulyo, D 1 Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin Rabu (26/10/2022).
Selain luka dikepalanya, mobil box yang digunakan sopirnya untuk mengangkut barang serta mobil pribadi milik Sandi juga dirusak oleh preman di Desa Srimulyo.
Kepada wartawan Sandi menceritakan kejadian pengeroyokan yang dialaminya berawal saat mobil mobil box truk Colt diesel BG 8280 UV mengangkut barang barang seperti oli dan Sparepart motor masuk ke desa Srimulyo D1, Tungkal Jaya yang bawa karyawannya. Sedangkan dirinya ikut mengantar dengan mobil pribadinya menyusul dari belakang.
“Kami ni sudah puluhan tahun mengantar barang ke desa Srimulyo tidak ada masalah. Tiba tiba tadi mobil box yang dibawa karyawan saya distopi preman mau minta duit,”kata Susandi kepada wartawan Rabu (26/10/2022).
Dikatakan Sandi, sopirnya tidak ada uang untuk memberi preman tersebut lalu menghubunginya. Mendapat kabar dari sopirnya Sandi pun menyusul, setelah sampai Sandi pun menghampiri tiga preman yang duduk dibawah pohon dipinggir jalan.
“Setelah saya datang bertemu sama tiga preman itu, saya bertanya untuk apa mereka minta duet sama sopirnya. Diatas kursi tempat mereka duduk ada botol minuman keras dan uang ratusan ribu diduga uang hasil memalak sopir yang lewat,”ucap Sandi.
Dari sinilah, kata Sandi terjadi cek cok mulut antara dirinya dengan tiga orang preman tersebut. Dari belakang tiba-tiba ada yang memukul kepalanya dengan benda tumpul hingga kepalanya pecah. “Yang pukulkan ke kepala saya itu, pipa paralon yang diisi semen biasa dijadikan orang desa Srimulyo untuk patok tanah, ada dua luka dikepala saya, sudah dijahit,”bebernya.
Selain mengeroyok dan memukul kepalanya, para preman tersebut juga merusak mobil box Colt diesel dan mobil double kabin milik Sandi dengan lemparan batu.
