RELUNG.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto (HK), di Taman Villa Kartini, Bekasi Timur, pada Selasa (7/1/2025). Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus suap dan dugaan perintangan penyidikan yang menyeret nama Hasto.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menyatakan bahwa proses penggeledahan berjalan sesuai aturan hukum. Tim hukum PDIP disebut siap bekerja sama.
“Tim hukum PDIP sudah menyampaikan bahwa mereka taat hukum dan mengikuti prosesnya. Jadi tidak ada indikasi penghalangan penggeledahan,” jelas Tessa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Tessa memastikan penggeledahan ini tidak ada hubungannya dengan ketidakhadiran Hasto dalam pemeriksaan di KPK pada Senin (6/1/2025).
“Hasto sudah konfirmasi ketidakhadiran dan meminta reschedule setelah HUT PDIP pada 10 Januari. Penggeledahan ini tidak terkait dengan itu,” ujar Tessa.
Hasto Kristiyanto dan Donny Tri Istiqomah (DTI), orang kepercayaannya, ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Desember 2024 dalam dua kasus:
1. Suap kepada Wahyu Setiawan (mantan Komisioner KPU) dan Agustiani Tio Fridelina (mantan anggota Bawaslu), terkait penetapan Harun Masiku sebagai anggota DPR lewat pergantian antarwaktu (PAW).
– KPK menduga sebagian uang suap berasal langsung dari Hasto.
2. Perintangan penyidikan kasus Harun Masiku, termasuk perintah untuk menghancurkan alat bukti seperti HP, melarikan Harun, dan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu.
Kronologi Perintangan Penyidikan
8 Januari 2020: Saat OTT Harun Masiku, Hasto memerintahkan Nur Hasan, penjaga rumah aspirasi PDIP, untuk merendam HP milik Harun ke dalam air.
6 Juni 2024: Hasto memerintahkan Kusnadi untuk menenggelamkan HP yang diduga berisi informasi penting terkait kasus.
– Hasto juga mengumpulkan saksi-saksi dan memberikan pengarahan agar mereka tidak memberikan keterangan sebenarnya.
Pencekalan ke Luar Negeri
KPK telah mencegah Hasto dan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, bepergian ke luar negeri sejak 24 Desember 2024 untuk enam bulan ke depan.
Pengamanan Rumah Hasto
Rumah Hasto dijaga ketat oleh Satgas Cakra Buana PDIP, yang mengenakan seragam hitam-hitam dan baret merah. Meski demikian, Tessa memastikan proses hukum tetap berjalan tanpa hambatan.
KPK terus mendalami kasus ini, termasuk menggali peran Hasto dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam upaya perintangan penyidikan.[TRA]

