RELUNG.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang memprediksi tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 menurun dibandingkan dengan Pilpres dan Pileg pada Februari 2024 lalu.
Penurunan ini didasarkan pada laporan awal jumlah pemilih yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS) saat pencoblosan pada Rabu (27/11/2024).
“Partisipasi pemilih masih menunggu hasil final dari rekapitulasi tingkat kecamatan dan pleno tingkat kota. Namun, indikasinya menunjukkan adanya penurunan dibanding Pileg dan Pilpres sebelumnya,” kata Anggota KPU Kota Palembang Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Sri Maryati, pada Sabtu (01/12/2024).
Sri Maryati menjelaskan, berdasarkan laporan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), kehadiran pemilih di TPS mengalami penurunan drastis.
“Banyak masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan,” ujarnya.
KPU Palembang masih menganalisis penyebab utama dari menurunnya partisipasi pemilih ini. Potensi faktor seperti kurangnya sosialisasi, cuaca, atau minimnya antusiasme terhadap calon mungkin menjadi penyebabnya.
Hingga saat ini, KPU Palembang masih dalam proses rekapitulasi suara. Rekapitulasi untuk pemilihan gubernur (Pilgub) telah selesai, sementara pemilihan wali kota (Pilwako) masih berlangsung di 18 kecamatan.
“Kami terus memantau laporan dari PPS, PPK, dan Panwascam terkait temuan di lapangan,” tambah Sri Maryati.
Hasil akhir dari rekapitulasi suara, termasuk data resmi tingkat partisipasi pemilih, akan diumumkan setelah pleno tingkat kota selesai. KPU juga akan menggunakan data ini untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilkada ke depan, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan partisipasi pemilih.[AYK]

