RELUNG.ID-Musim kemarau yang melanda Kota Pagar Alam mulai berdampak terhadap pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Terganggunya distribusi air membuat sebagian warga memilih membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Salah satunya dilakukan Tomo (63), warga Dusun Pagar Alam, Kelurahan Pagar Alam, Kecamatan Pagar Alam Utara. Ia mengaku terpaksa mengupah tukang untuk membuat sumur bor karena air PDAM di rumahnya sering tidak mengalir.
“Ya, karena air ledeng lebih sering mati, terpaksa keluar uang untuk bikin sumur bor ini,” ujar Tomo, Selasa (4/8/2026).
Untuk membuat sumur bor manual tersebut, Tomo harus mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta. Dana itu digunakan untuk membayar jasa tukang, membeli mesin penyedot air, serta instalasi perpipaan.
Meski cukup memberatkan bagi dirinya yang berprofesi sebagai petani, Tomo mengaku tidak memiliki pilihan lain agar kebutuhan air bersih keluarganya tetap terpenuhi.
Tak hanya biaya pembuatan sumur, ia juga mengkhawatirkan pengeluaran rumah tangga akan semakin meningkat karena mesin penyedot air menggunakan daya listrik yang cukup besar.
“Secara ekonomi lebih murah berlangganan air ledeng ketimbang biaya listrik yang sudah pasti naik sebab pemakaian mesin air nantinya,” keluhnya.
Menurut Tomo, sumur bor menjadi satu-satunya solusi karena lokasi tempat tinggalnya jauh dari sungai maupun sumber mata air.
“Karena di sini jauh dari sungai atau sumber mata air, mau tidak mau sumur bor ini jadi solusi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pagar Alam, Deni Novi Herly yang membawahi pengelolaan PDAM menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan air bersih.
Ia menjelaskan, berkurangnya debit sumber air baku akibat musim kemarau menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air ke pelanggan. Selain itu, terdapat kendala pada mesin pompa milik pemerintah daerah yang turut memengaruhi proses distribusi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan secepat mungkin kami akan memperbaiki kondisi ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).[TFK]

