RELUNG.ID – Sriwijaya FC mengambil langkah tegas menyusul performa terburuk mereka sepanjang sejarah klub: satu putaran kompetisi tanpa satu pun kemenangan. Kondisi ini memaksa Laskar Wong Kito melakukan “bersih-bersih besar” untuk menata ulang tim menjelang bursa transfer Januari–Februari 2026.
Juru Bicara Manajemen Sriwijaya FC, Muhammad Moeslim, menegaskan bahwa proses pembentukan ulang skuad bukan hanya soal kemampuan teknis. Klub kini mencari pemain yang benar-benar “jatuh hati” pada Sriwijaya FC.
“Kami butuh pemain yang bukan hanya bagus secara individu, tapi yang bermain dengan hati untuk Sriwijaya FC,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, motivasi dan loyalitas menjadi faktor utama yang selama ini hilang di dalam skuad. Tanpa rasa memiliki, Moeslim menilai perintah taktik apa pun akan sulit dieksekusi maksimal di lapangan.
“Attitude dan komitmen itu harga mati. Pemain yang punya jiwa bertarung pasti terlihat dari cara dia membela lambang di dada,” katanya.
Moeslim mengakui, kegagalan SFC meraih kemenangan sepanjang satu putaran kompetisi merupakan alarm keras. Tak hanya pemain, manajemen—termasuk Wakil Presiden Klub, Direktur Olahraga, hingga pelatih kepala Budi Sudarsono—sedang menjalani evaluasi menyeluruh.
“Situasi ini tidak bisa dianggap biasa. Semua lini harus dievaluasi. Kami akan menentukan siapa yang layak bertahan dan siapa yang harus dilepas,” tegasnya.
Selain membidik pemain incaran, Sriwijaya FC juga membuka seleksi terbuka bagi pemain trial. Kebijakan ini dianggap penting agar tim mendapat pilihan yang lebih variatif dan tidak terjebak pada pasar pemain yang terbatas.
“Semua yang ingin trial kami beri kesempatan. Mereka harus menunjukkan kemampuan langsung selama TC (training camp). Kalau sesuai kriteria, baru kami kontrak,” jelas Moeslim.[THQ]

