RELUNG.ID – Menjelang duel penting menghadapi Bekasi City pada 29 Desember 2025, Sumsel United memilih memanfaatkan masa jeda dengan pendekatan berbeda. Alih-alih hanya menekankan pemulihan fisik, Pelatih Nilmaizar justru menyoroti perlunya “reset mental” bagi para pemain Laskar Juaro.
Setelah melewati jadwal padat dan laga terakhir kontra PSMS Medan pada 24 November lalu, skuad The Fireball mendapat libur sepekan untuk kembali menyatu dengan keluarga. Namun, Nilmaizar menegaskan bahwa masa istirahat itu bukan alasan untuk menurunkan fokus.
“Pemain boleh pulang, berkumpul dengan keluarga. Tapi saat kembali ke latihan, semua harus dalam kondisi bugar dan siap bekerja keras,” tegasnya.
Menurut eks pelatih Timnas Indonesia itu, tantangan terbesar Sumsel United bukan hanya pemulihan stamina, melainkan menjaga stabilitas performa ketika memasuki akhir tahun. Apalagi lawan yang akan dihadapi berikutnya adalah Bekasi City, tim yang terkenal agresif dan penuh kejutan.
Berlatih kembali pada awal Desember, Dall’Oca dan kawan-kawan diminta langsung tancap gas. Fokus latihan diarahkan pada dua titik rawan yang dianggap krusial: penyelesaian akhir dan organisasi pertahanan, dua aspek yang sempat goyah saat menghadapi PSMS.
“Aksi menyerang, transisi, dan bagaimana bertahan ketika diserang—semuanya sedang kami evaluasi. Ini pekerjaan rumah besar yang harus dibenahi sebelum 29 Desember,” ujar Nilmaizar.
Pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) nanti menjadi laga penting bagi Sumsel United untuk menjaga posisi mereka di klasemen Pegadaian Championship 2025/2026. Karena itu, Nilmaizar berharap jeda kompetisi justru menjadi momentum untuk bangkit, bukan kehilangan ritme permainan.
“Sumsel United harus gaspol lagi. Tidak boleh ada yang santai,” tutupnya.[THQ]

