RELUNG.ID- Pasca kejadian yang dialaminya, TAF korban pelecehan seksual oknum dokter RS Bunda Medika Jakabaring kondisinya labil bahkan sering menangis dan melamun.
Selain itu, TAF tidak mau membaur dan berinteraksi dengan tetangganya.
Hal ini disampaikan kuasa hukum TAF, Redho Junaidi SH saat mendampingi TH suami korban memenuhi panggilan penyidik Subdit PPA Polda Sumsel, sebagai saksi dalam kasus yang menimpa istrinya Senin (4/3/2024).
TH terlihat datang dengan mengenakan hoodie hitam yang menutup kepalanya serta mengenakan masker.
Tim kuasa hukum korban, Redho Junaidi SH mengatakan, pasca laporan dan sejumlah saksi telah diperiksa laporan kliennya sudah naik ke tahap penyidikan. Hari ini suami korban turut dimintai keterangan untuk kedua kalinya.
“Sejak Jumat kemarin tadi sudah naik ke tahap sidik. Korban sudah di BAP, hari ini giliran suaminya diperiksa dimintai keterangan dalam rangka penyidikan. Kami yakin pasti saksi-saksi lain datang juga hari ini,” ujar Redho.
Dengan alat-alat bukti yang dikumpulkan dan keterangan saksi yang sudah dikumpulkan, kuasa hukum korban berkeyakinan dalam waktu tidak lama lagi penyidik akan menetapkan tersangka.
“Alat bukti yang dikumpulkan sudah cukup, penetapan tersangka sangat memungkinkan tinggal pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.
Redho mengungkapkan kondisi psikologis kliennya masih trauma dan masih malu bahkan semenjak kejadian itu TAF sering melamun dan menangis.
“Dia sering melamun dan menangis. Bahkan saat BAP hari Jumat lalu TAF sering melamun. Dia juga masih malu untuk interaksi dengan lingkungan sekitar,” katanya.
Kasubdit IV PPA Polda Sumsel AKBP Raswidiati Anggraini mengatakan, selain suami korban pihaknya juga memanggil lima orang petugas piket rumah sakit yang ada saat kejadian.
“Karena sudah naik dari tahap lidik ke penyidikan saksi-saksi mulai kita mintai keterangan termasuk petugas piket jaga di rumah sakit,” katanya.[FZ]

