RELUNG.ID – Tokoh PCNU Kota Palembang, Ustad Setiawan mengajak umat Islam untuk memperdalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Terlebih lagi di malam Lailatul Qadr, atau biasa disebut sebagai malam seribu bulan.
Ustad Setiawan pun menceritakan kisah inspiratif seorang nabi bernama Syam’un Alghazi atau dikenal juga sebagai Samson dalam literatur Yahudi.
Menurut penuturan beliau, Nabi Syam’un Alghazi dianugerahi kekuatan fisik yang luar biasa—tubuh gagah, tinggi, dan rambut panjang yang menjadi sumber kekuatannya. Namun, di balik keperkasaan tersebut tersimpan juga kelemahan.
“Sang nabi memiliki seorang istri yang kemudian mengetahui bahwa kekuatan suaminya terletak pada rambutnya,” katanya.
Dalam keheningan malam, istri tersebut diam-diam memotong rambut Nabi Syam’un, sehingga kekuatan yang selama ini dimilikinya pun luntur. Akibatnya, ia pun ditangkap dan mengalami penyiksaan keji oleh raja zalim yang ingin menguasai kekuatan tersebut.
Meski telah kehilangan kekuatan, Nabi Syam’un Alghazi tidak menyerah. Beliau kemudian mengumpulkan seluruh sisa kekuatannya dan memanjatkan doa yang tulus kepada Allah.
Dengan penuh keikhlasan, sang nabi berjanji untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Doa yang dipanjatkan pun dikabulkan oleh Allah.
“Nabi Syam’un diberi kesempatan untuk kembali mendapatkan kekuatan setelah menjalani ibadah intensif selama 1000 bulan, atau sekitar 80 tahun,” terangnya.
Kisah Nabi Syam’un Alghazi mengandung pelajaran penting bagi umat Islam. Ia mengajak para pendengar untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, salat, dan zikir, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
Ustad Setiawan juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda mengenai perbedaan antara nabi yang membawa umatnya ke surga dan nabi yang masuk surga sendiri.
“Kisah ini menjadi pengingat agar setiap muslim senantiasa menjaga keimanan dan tidak lengah terhadap godaan dunia,” ujarnya.
Kisah ini juga sebagai cermin untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan mengingat keagungan malam Lailatul Qadr.
“Semoga setiap individu dapat meraih keberkahan yang melimpah dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW kelak,” tutupnya. (LWM)

