Presiden RI, Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk bersama memperbaiki tata kelola sepakbola di Indonesia. Hal ini menyusul tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.
“Saya harap tragedi sepakbola yang terjadi pada Sabtu lalu (1/10) tidak terjadi kembali di Tanah Air,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Kamis (6/10).
Dia mengaku juga telah menghubungi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) atas kejadian tersebut. Bahkan, FIFA pun bersedia dan sanggung untuk membantu memperbaiki tata kelola apabila diperlukan.
“Saya sudah telepon kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Beliau menyampaikan, kalau diperlukan FIFA bisa membantu memperbaiki tata kelola persepakbolaan Indonesia. Beliau menyampaikan kesanggupannya itu,” jelasnya.
Selain itu, dia juga telah mengintruksikan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pemeriksaan terkait infrastruktur dari stadion yang digunakan dalam pertandingan sepak bola.
“Saya perintahkan Menteri PU untuk mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, semuanya. Apakah gerbangnya sesuai dengan standar? Cukup lebar?” ujarnya.
Hari ini, Mantan Wali Kota Solo ini juga telah melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk memastikan para korban selamat mendapatkan pelayanan terbaik. Di samping itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perawatan korban selamat dalam tragedi Kanjuruhan seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah.
“Saya sudah menyampaikan kepada para pasien korban bahwa seluruh biaya untuk perawatan ditanggung oleh pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah,” terangnya.
Presiden Jokowi juga bertemu dengan keluarga korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan untuk memberikan sejumlah santunan. Sebanyak 129 keluarga korban mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta dari pemerintah. “Ini bantuan pemerintah pusat, tapi ada juga bantuan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Malang, kemudian BNPB. Semoga itu bisa meringankan beban daripada keluarga korban,” pungkasnya.

