Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Kuota Hanya 600 Ribu KL, Pemprov Sumsel Cari Solusi Atasi Antrean Solar
Bisnis

Kuota Hanya 600 Ribu KL, Pemprov Sumsel Cari Solusi Atasi Antrean Solar

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda04/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Antrean pembelian solar di SPBU Wijaya. (ist/relung.id)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat pembelian solar subsidi mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan sejumlah langkah pembenahan. Selain mengkaji penambahan jam operasional SPBU, pemerintah juga berencana memperketat sistem pengawasan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad, mengatakan saat ini pemerintah masih memetakan berbagai faktor penyebab antrean sebelum menetapkan kebijakan yang akan diterapkan.

“Kami masih melakukan pemetaan persoalan. Nanti akan dibahas bersama Pak Gubernur dan seluruh pihak terkait untuk menentukan langkah yang paling tepat,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, persoalan antrean solar subsidi tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga dialami sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatra. Namun, kondisi di Sumsel dinilai lebih kompleks karena alokasi solar subsidi yang diterima masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat.

Data Pemprov Sumsel menunjukkan kuota solar subsidi tahun ini hanya sekitar 600 ribu kiloliter, sementara kebutuhan riil daerah diperkirakan mencapai 2 juta kiloliter.

“Kebutuhan masyarakat jauh lebih besar dibanding kuota yang diberikan pemerintah pusat. Ini menjadi tantangan utama dalam distribusi solar subsidi,” katanya.

Tingginya selisih harga antara solar subsidi dan nonsubsidi juga dinilai menjadi penyebab meningkatnya konsumsi. Dampaknya, penyerapan kuota berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Memasuki pertengahan tahun saja, kuota yang tersedia sudah hampir habis. Jika tidak diantisipasi, dikhawatirkan stok tidak mencukupi hingga akhir tahun,” jelasnya.

Selain keterbatasan kuota, jumlah SPBU yang melayani penyaluran solar subsidi juga dinilai belum memadai. Saat ini, Sumsel hanya memiliki sekitar 186 SPBU, jumlah yang dianggap belum sebanding dengan luas wilayah dan pertumbuhan kendaraan bermotor.

Sebagai solusi, Pemprov Sumsel mengusulkan beberapa langkah, di antaranya memperpanjang jam operasional penyaluran solar subsidi dari pukul 22.00–04.00 WIB menjadi 21.00–05.00 WIB, menambah jumlah SPBU penyalur, serta memperketat pengawasan terhadap penggunaan barcode.

Dalam skema baru yang sedang dikaji, setiap kendaraan tidak hanya diwajibkan menunjukkan barcode, tetapi juga STNK asli yang harus sesuai dengan identitas kendaraan yang terdaftar dalam sistem.

“Ke depan tidak cukup hanya menunjukkan barcode. STNK juga harus dicocokkan. Jika data kendaraan tidak sesuai, maka pengisian solar subsidi tidak akan dilayani,” tegas Basyaruddin.[THQ]

Antrean Solar Pemprov Sumsel Pertamina Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePenumpang KA Rajabasa Tembus 154 Ribu, KAI Hadirkan Kereta Ekonomi Premium
Next Article Berstatus Terancam Punah, Kasus Kematian Tapir di Lampung Bikin Indonesia Rugi Besar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pemprov Sumsel Percepat Pembangunan Lima Flyover di Muara Enim

09/10/20263 Views
Regional

Kabut Asap Menebal, Pemprov Sumsel Kembali Gelar Salat Istisqa

08/10/20265 Views
Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,871 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?