Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Muara Enim terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Mulai dari keterampilan menjahit, bengkel motor dan salon.
“Ada 48 pemuda dan pemudi yang diberikan pelatihan di Kabupaten Muara Enim,” kata Kadisnaker Muara Enim, Herawati, Jumat kemarin (2/12).
Pelatihan ini dilaksanakan 30 hari, dimana seluruh peserta menginap di asrama Disnaker Muara Enim. Dari 48 orang tersebut terdiri dari tiga jenis pelatihan yakni 16 orang Tata Kecantikan, 16 orang Desain Tekhnologi Otomtotif dan 16 orang Menjahit. Setelah pelatihan, para peserta akan diberikan peralatan sesuai pilihan pada pelatihan misalnya Tata Kecantikan akan mendapatkan peralatan Salon, jurusan teknologi otomotif akan mendapatkan peralatan tampal ban dan kunci-kuncian, dan jurusan Menjahit akan mendapatkan Mesin jahit dan peralatannya.
“Jadi sepenuhnya kita biayai, mulai dari penginapan, akomodasi selama sebulan, pelatihan dan hingga pemberian peralatan. Jadi usai pelatihan akan terus dimonitor dan didampingi apakah benar digunakan atau tidak,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Siti Herawati, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Muara Enim Tahun 2022 sudah turun dari sebelumnya 5,03 persen sekarang menjadi 4,12 persen, ada penurunan yang cukup signifikan sebesar 0,91 Persen atau hampir 1 persen. Dan mudah-mudahan kedepan akan menurunkan tingkat kemiskinan dari 12,32 persen menjadi satu digit. Kedepan, akan kita upayakan akan terus menurun dan salah satu upaya yang kita lakukan adalah melalui kegiatan pelatihan-pelatihan.
“Kita ingin kedepan akan tumbuh wirausaha dari hasil pelatihan ini. Dan terimakasih kepada orangtua dan para peserta yang mendukung dan serius mengikuti pelatihan ini. Kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para pencari kerja di Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.

