RELUNG.ID – Provinsi Sumsel terdiri dari 13 kabupaten dan 4 kotamadya dengan jumlah kecamatan sebanyak 241 kecamatan serta 3.263 kelurahan/desa. Hingga 2023, jumlah desa di Sumsel mencapai 2.855 desa.
Jumlah tersebut diprediksi bakal terus mengalami peningkatan seiring banyaknya pemekaran desa yang diajukan pemerintah kabupaten/kota. Jumlah desa tersebut ikut mempengaruhi besaran anggaran pendapatan suatu daerah.
Pasalnya, pemerintah pusat menyalurkan dana desa ke tiap desa setiap tahunnya yang besarannya mencapai Rp800-Rp1,6 miliar.
Tahun ini, untuk desa di Sumsel, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2.495.224.098.000 dari APBN yang dialokasikan ke 2.855 desa. Namun nyatanya, banyaknya jumlah desa di suatu wilayah tidak serta merta alokasi yang didapat juga besar.
Dari data Kanwil Dirjen Perbendaharan (DJPb) Sumsel, Kabupaten OKI menjadi penerima terbesar dengan jumlah alokasi sebesar Rp290.719.712.000 untuk sebanyak 314 desa. Padahal, jumlah desa yang dimilikinya lebih sedikit ketimbang Kabupaten Lahat yang memiliki 360 desa. Jumlah alokasi dana desa dari APBN untuk Kabupaten Lahat hanya sebesar Rp271.959.211.000.
Berikut rincian jumlah desa dan alokasi dana desa di 17 kabupaten/kota di Sumsel:
- Lahat: 360 desa – Rp271.959.211.000
- Ogan Komering Ilir (OKI): 314 desa – Rp290.719.712.000
- Ogan Komering Ulu Timur (OKUT): 305 desa – Rp263.318.358.000
- Banyuasin: 288 desa – Rp266.539.023.000
- Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS): 252 desa – Rp208.190.929.000
- Muara Enim: 245 desa – Rp216.038.404.000
- Musi Banyuasin: 229 desa – Rp189.906.372.000
- Ogan Ilir: 227 desa – Rp225.564.334.000
- Musi Rawas: 186 desa – Rp165.626.927.000
- Empat Lawang: 147 desa – Rp124.504.807.000
- Ogan Komering Ulu (OKU): 143 desa – Rp125.107.486.000
- Musi Rawas Utara (Muratara): 82 desa – Rp77.283.746.000
- PALI: 65 desa – Rp60.151.506.000
- Prabumulih: 12 desa – Rp10.313.283.000 (EKO P)

