RELUNG.ID – Kehilangan Ginny membuat Bartholomew Kuma melimpahkan perhatiannya dengan merawat anaknya Bonney bayi di manga One Piece.
Hal itu membuat Kuma harus rela pulang pergi dari markas Pasukan Revolusioner ke Gereja kampung halamannya.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1098: Pasukan Revolusioner dan Pemerintah Dunia Perang
Setelah melihat Ginny wafat Kuma memakamkan orang yang dicintainya itu di kampung halamannya kerajaan Sorbet didekat Gereja.
Kuma tidak menyerahkan anak Ginny ke panti asuhan dia memutuskan untuk merawat Bonney seperti anaknya sendiri.
Bartholomew Kuma tidak keluar dari Pasukan Revolusioner dia masih terus menjalankan tugasnya.
Bahkan Kuma saat itu diminta oleh Monkey D Dragon untuk melatih Sabo yang berumur 13 tahun untuk didik menjadi Pasukan Revolusioner sejak kecil.
Sabo dinilai Dragon sudah layak untuk berlatih dan menjadi tentara Pasukan Revolusioner yang kuat membutuhkan kekuatan Kuma untuk membantu perkembangannya.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1098: TERUNGKAP! Bonney Bukan Anak Kuma
Saat itu Bonney berumur 5 tahun Kuma setiap hari harus merawatnya memandikannya.
Setelah Kuma merawat Bonney dan memberinya makan dia menitipkannya kepada dua sahabatnya dan Ginny semasa kecil.
Kuma langsung berteleportasi mendatangi Sabo dan melatihnya. Sabo sejak kecil sudah menunjukan potensi besar dan memilih pipa besi sebagai senjatanya saat berlatih bersama Kuma.
Setelah selesai Kuma pulang dan kembali merawat Bonney kecil hingga menemaninya tidur.
Kuma merawat Bonney seperti layaknya anaknya sendiri. Kuma sangat mencintai Bonney dia melihat sisi Ginny disifat Bonney.
Mulai dari emosional Bonney yang suka meledak-ledak dan keimutan Bonney apabila sedang makan.
Kuma benar-benar menjadi sosok ayah yang baik untuk Bonney.

