RELUNG.ID – Bartholomew Kuma memutuskan berhenti dari Pasukan Revolusioner karena penyakit Bonney yang didapatkanya dari ibunya Ginny mulai kumat dan menjalar di manga One Piece.
Bartholomew Kuma tidak mau kehilangan Bonney setelah kehilangan Ginny diculik orang yang tidak dikenal.
Baca Juga: Latih Sabo dan Rawat Bonney Kuma Pulang Pergi
Lalu hanya berkomunikasi dengan den den mushi kemudian saat bertemu Ginny sudah meninggal.
Keduanya tidak melihat satu sama lain setelah terpisah selama 2 tahun.
Melihat bayi disisi Ginny buka membuat Bartholomew Kuma emosional karena Ginny telah melahirkan anak dari orang lain.
Kuma malah bahagia dan merawat Bonney seperti anaknya sendiri.
Namun sang bayi juga terjangkit penyakit yang sama membuat Bartholomew Kuma khawatir.
Di umur 5 tahun penyakit Bonney kumat hingga membuatnya harus memutuskan pilihan yang berat meninggalkan Pasukan Revolusioner.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1098: Ginny Diculik Tenryuubito Dijadikan Istri dan Budak
Bonney terjangkit penyakit mematikan yang disebut “Sapphire Scale”. Ini adalah penyakit yang sangat langka, lebih paling langka dibandingkan “Amber Lead Syndrome” (penyakit Law sewaktu kecil).
Ketika pasien bersentuhan dengan cahaya (sinar matahari atau cahaya bulan) “Sapphire Scale” ini akan menyebabkan seluruh tubuh mereka menjadi biru dan kulit mereka menjadi keras seperti batu/sisik.
Kuma panik melihat kondisi Bonney dan menyerap semua penyakitnya dia pun ikut terjangkit.
Kuma menemui semua dokter untuk merawat Bonney agar tidak kembali kehilangan sosok perempuan yang dia sayangi.
Dia tidak mau kehilangan Bonney yang sudah dirawatnya sejak kecil seperti anaknya sendiri.

