RELUNG.ID – Komitmen melestarikan budaya Nusantara kembali ditegaskan lewat pelatihan Tari Dana-Dana yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVII di Provinsi Gorontalo, 19–26 Juli 2024.
Kegiatan ini mengundang para maestro tari dari seluruh Indonesia, termasuk dua seniman tari asal Sumatera Selatan: Mirza Indah Dewi dan M. Imansyah.
Mirza, yang juga Ketua Sanggar Anna Kumari dan staf Dinas Pariwisata Kota Palembang, ditunjuk menjadi pelatih bersama M. Imansyah, Ketua Komite Tari DKP dan Kasta Sumsel. Keduanya diutus oleh BPK Wilayah VI Sumsel pimpinan Kristanto Januari atas rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.
Pelatihan difokuskan pada Tari Bedana Pengantin, salah satu bentuk Tari Dana-Dana khas Sumsel yang sarat nilai budaya Islam dan telah mengalami akulturasi sejak masa perdagangan Persia dan Arab. Tari ini lazim ditampilkan dalam prosesi adat pernikahan, khususnya saat Ngarak Pacar di Palembang.
“Ini bagian dari diplomasi budaya. Kami berharap ke depan, Tari Bedana bisa jadi tarian wajib di event-event seni dan resepsi pernikahan,” tegas Mirza, Minggu (27/7/2025). Ia juga menjelaskan bahwa aransemen musik tari telah diperbarui agar lebih dinamis tanpa menghilangkan unsur tradisinya, dengan dukungan arranger Kiagus Ipul dan vokalis Supratiwi.
Para peserta pelatihan merupakan perwakilan dari Sanggar Molutulo, Gorontalo. Mereka mengikuti pelatihan intensif selama sepekan demi menguasai teknik dan filosofi tari.
Imansyah menyebut, pelatihan ini lebih dari sekadar ajang transfer ilmu. “Ini ruang silaturahmi antar-seniman dari berbagai daerah. Momen langka seperti ini seharusnya jadi agenda tahunan,” ujarnya.
Ia juga mendesak perhatian serius dari pemerintah pusat. “Banyak seniman terkendala biaya dan fasilitas. Kalau workshop seperti ini didukung penuh kementerian, dampaknya bisa masif bagi pelestarian budaya bangsa,” tandasnya. (DSK)

