RELUNG.ID – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menunjukkan peningkatan nilai kekayaan yang signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan bersih Sudaryono bertambah sekitar Rp22,53 miliar menjelang dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang.
Saat pertama kali melaporkan hartanya setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 20 Januari 2025, Sudaryono memiliki total aset sebesar Rp69,33 miliar dengan kewajiban utang mencapai Rp60,47 miliar. Dengan demikian, nilai kekayaan bersihnya saat itu tercatat sekitar Rp8,86 miliar.
Namun, dalam laporan periodik LHKPN yang disampaikan pada 29 Maret 2026, total asetnya meningkat menjadi Rp91,76 miliar. Meski masih memiliki utang sekitar Rp60,36 miliar, nilai kekayaan bersihnya melonjak menjadi Rp31,39 miliar.
Kenaikan terbesar berasal dari kelompok aset tanah dan bangunan. Nilai kepemilikan properti Sudaryono naik dari Rp50,29 miliar menjadi Rp69,69 miliar, atau bertambah sekitar Rp19,4 miliar.
Penambahan tersebut dipengaruhi masuknya lima aset baru yang terdiri dari tiga bidang tanah di Kabupaten Bogor serta dua bidang tanah di Jakarta Selatan.
Selain properti, jumlah kendaraan yang dimiliki Sudaryono juga bertambah. Jika sebelumnya ia melaporkan tiga unit mobil dengan nilai sekitar Rp750 juta, kini total aset transportasinya menjadi lima kendaraan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,07 miliar. Penambahan itu mencakup satu unit sepeda motor serta satu unit Toyota Innova keluaran tahun 2023.
Pada komponen lain, nilai kas dan setara kas juga mengalami peningkatan dari sekitar Rp8,40 miliar menjadi Rp13,34 miliar. Sementara nilai surat berharga naik tipis dari Rp7,55 miliar menjadi Rp7,64 miliar.
Di sisi lain, kategori harta bergerak lainnya yang sebelumnya tercatat sekitar Rp2,32 miliar tidak lagi tercantum dalam laporan periodik terbaru.[THQ]

