Meninggalnya Ratu Elizabeth di usia ke-96 tahun, Kamis (8/9) bukan hanya menjadi duka di Inggris tetapi juga dibeberapa negara di Eropa.
Mereka berkumpul di Luar Istana Buckingham. Bahkan, memberikan lilin dan karangan bunga di luar gerbang besi hitam dan di luar Rumah Ratu, Windsor Castle.
Lilin dan karangan bunga tersebut sebagai penghormatan terakhir bagi ratu terpanjang di Inggris yang telah memimpin Inggris selama 70 tahun. Dimuat Reuters pada Jumat (9/9), potret Elizabeth dipajang di layar papan reklame di Piccadilly Circus London, pusat dan distrik keuangan Canary Wharf, dan juga di seberang Atlantik di Times Square New York, dimana bunga juga diletakkan di luar Konsulat Jenderal Inggris di New York.
Di Amerika Serikat, kematian Ratu ditandai dengan penurunan bendera menjadi setengah tiang untuk menghormati hari meninggalnya seorang ratu yang disebut Presiden Biden akan terus membayangi halaman-halaman sejarah Inggris dan seluruh dunia. Wafatnya Ratu Elizabeth II juga ditandai di kota-kota Eropa. Seperti peletakan karangan bunga dan lilin di luar Kedutaan Besar Inggris di Jerman dan pemutaran lagu kebangsaan Inggris berjudul “God Save the Queen” yang dimainkan di luar Gedung Festival kota Italia.
Sementara di Rusia, Presiden Vladimir Putin juga ikut mengucapkan belasungkawa kepada Raja Charles III yang baru diangkat lewat pesan singkat yang dikirim langsung oleh Kremlin. “Yang Mulia, terimalah belasungkawa kami yang terdalam atas meninggalnya Ratu Elizabeth II,” kata Putin dalam pesannya, seperti dikutip dari RT, Jumat (8/9).
“Peristiwa paling penting dalam sejarah Inggris baru-baru ini terkait erat dengan nama Yang Mulia,” katanya.
“Selama beberapa dekade, Elizabeth II berhak menikmati cinta dan rasa hormat dari rakyatnya, serta otoritas di panggung dunia,” lanjut Putin.
Presiden Rusia kemudian meminta Charles III untuk tabah menghadapi kepergian sang ibu, serta memiliki keberanian dalam menghadapi kehilangan yang berat dan tidak dapat tergantikan oleh apa pun. “Saya meminta Anda untuk menerima kata-kata simpati kami dan dukungan yang tulus kepada anggota keluarga kerajaan dan semua orang di Inggris Raya,” lanjut Putin.
Ratu Elizabeth meninggal di kediamannya di Skotlandia, Kastil Balmoral, pada usia 96 tahun. Dia menjadi raja terlama dalam sejarah Inggris dengan 70 tahun di atas takhta. Ratu telah ditempatkan di bawah “pengawasan medis” sesaat sebelum kematiannya, sementara bangsawan senior bergegas ke retret untuk menghabiskan jam-jam terakhir bersamanya.
Ratu digantikan oleh putra sulungnya, mantan Pangeran Charles yang berusia 73 tahun, yang memilih untuk mempertahankan nama Charles III untuk gelar resminya.
Tak hanya negara-negara Eropa, penghormatan terakhir juga terlihat dalam pertandingan sepak bola antara Arsenal dengan FC Zurich di Stadion AFG Arena St Gallen, Swiss, Jumat (9/9). Meski tim asal London itu berhasil menang 2-1 namun pelatih Arsenal Mikel Arteta membatalkan jadwal konferensi pers usai pertandingan Liga Europa melawan FC Zurich.
Ternyata hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa berkabung atas meninggalnya Ratu Elizabeth II di usia 96 tahun. Kedua tim mengheningkan cipta selama satu menit untuk memberikan penghormatan kepada Sang Ratu jelang babak kedua bergulir. BT Sport juga mengurangi liputan mereka tentang pertandingan dengan lampu redup di studio. Media sosial banjir ucapan belasungkawa atas Meninggalnya Elizabeth II
