RELUNG.ID – Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Sumatera Selatan bertambah menjadi lima wilayah, setelah Pemerintah Kota Prabumulih resmi menaikkan status tersebut.
“Prabumulih baru saja menaikkan status siaga darurat, sehingga totalnya kini ada lima daerah yang sudah menetapkan status serupa,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Minggu (15/12/2024).
Selain Prabumulih, empat wilayah lainnya yang telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat adalah Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), dan OKU Timur. Kelima wilayah ini tergolong rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Aksoni, mengungkapkan bahwa seluruh daerah di Sumsel sebenarnya berisiko terkena bencana hidrometeorologi. Namun, ada 10 wilayah yang masuk kategori paling rawan, yakni OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, OKI, Muratara, Muba, Prabumulih, dan Banyuasin.
“Wilayah yang rawan ini umumnya berada di dataran tinggi dan sekitar aliran sungai, sehingga sering terjadi banjir dan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi,” jelas Aksoni.
Untuk menghadapi potensi bencana, BPBD Sumsel telah menyiapkan 1.200 personel yang siaga hingga Februari 2025. Seluruh personel dilatih untuk merespons kejadian bencana sesuai SOP, dengan target waktu maksimal tiba di lokasi dalam dua jam.
“Simulasi penyelamatan dan langkah evakuasi juga telah dilakukan untuk memastikan kesiapan tim di lapangan,” tambah Aksoni.
Saat ini, Pemprov Sumsel masih dalam proses menetapkan status siaga darurat untuk tingkat provinsi, yang tengah dikaji oleh biro hukum. Status ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana di berbagai daerah yang terdampak.[AYK]

